Sekubal Makanan Khas Lampung di Bulan Ramadhan

Sekubal Makanan Khas Lampung di Bulan Ramadhan
Kue Sekubal. Foto: Istimewa.

WartaNiaga – Sekubal makanan khas Lampung yang selalu ada jadi menu berbuka di bulan ramadhan. Makanan serupa dengan lontong ini merupakan olahan ketan dengan santan.

Baca Juga: Sayur Matang Jadi Buruan Jelang Buka Puasa

Kue dengan nama Sekubal atau juga sering disebut Segubal ini, menjadi makanan khas yang juga cukup digandrungi berbagai kalangan di Bumi Rua Jurai.

Yang dapat dinikmati dengan sajian rasa manis maupun gurih, dan lebih sering dimakan dengan campuran tape ketan.

Tak hanya dilahap dengan model sajian original, makanan mirip lontong ini juga sering disajikan dengan cara dicampur bersama lauk lain seperti olahan gulai, rendang, atau pun dinikmati dengan sambal dan saus.

Baca Juga: Mangga Nyambai, Minuman Khas Lampung di Cikwo Resto and Coffee Untuk Berbuka Puasa

Kue ini berbahan utama ketan, yang dibuat dengan cara sebagai berikut:
– Siapkan bahan-bahan berupa garam (secukupnya), 1 kilogram ketan yang telah cuci bersih dan dikukus, serta santan dengan takaran satu buah kelapa yang sudah direbus hingga berminyak. Dan tak lupa daun pisang sebagai pembungkus.

– Langkah pertama ambil ketan terlebih dahulu, kemudian kukus ketan hingga keadaan kira-kira setengah matang, lalu tuangkan di sebuah wadah.

– Selanjutnya ke dua, siram ketan yang sudah di tuang pada wadah dengan menggunakan santan yang sebelumnya sudah direbus. Beri garam dengan takaran secukupnya.

– Jika sudah, tahap ke tiga kukus kembali adonan di atas tersebut, hingga terlihat matang secara sempurna. Sembari menunggu ketan itu matang, kita dapat siapkan cetakan berukuran 16 cm, dengan tebal 1cm. Lalu masukkan ketan dan santan yang sudah dikukus tersebut ke dalam cetakan.

– Usai dimasukkan ke dalam cetakan, tunggu hingga dingin. Lalu berikutnya keluarkan adonan dari cetakan, dan bungkus dengan daun pisang dan susun secara berlapis. Lalu Ikat daun pisang dengan menggunakan tali.

– Langkah selanjutnya, rebus adonan yang telah dibungkus dau pisang tersebut, selama kurang lebih dua jam. Keu sekubal pun siap disajikan dan disantap.