6 Subholding Injourney, Apa Saja?

6 Subholding Injourney
Logo PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/Injourney, Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata. (Sumber Foto: Net).

WartaNiaga.ID – Berdirinya PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/Injourney, mengakibatkan terbentuknya 6 Perusahaan Subholding Injourney.

Injourney kini berperan sebagai perusahaan Holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata.

Dalam era bisnis modern yang semakin kompleks dan dinamis, perusahaan besar sering kali membentuk subholding sebagai strategi pengelolaan yang efektif.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 6 subholding utama dari Injourney, serta peran dan kontribusinya dalam memperkuat ekosistem bisnis mereka.

Berikut Ini Daftar 6 Entitas Bisnis yang termasuk dalam Subholding Injourney:

1. PT Integrasi Aviasi Solusi (Injourney Aviation Services)

Perusahaan ini diresmikan pada tanggal 4 Januari 2024 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria.

Injourney Aviation Services (IAS) merupakan hasil transformasi dari 9 anak perusahaan di bawah Angkasa Pura 1, Angkasa Pura 2, dan Garuda Indonesia.

InJourney Aviation Services adalah penyedia layanan terkemuka di sektor penerbangan, yang menawarkan jasa Ground Handling & Cargo, Logistics, Hospitality, dan Operations Support.

2. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports)

Pada tanggal 6 September 2024, PT Angkasa Pura Indonesia dibentuk sebagai solusi strategis untuk meningkatkan konektivitas udara yang efisien dan efektif.

InJourney Airports adalah subholding sektor jasa kebandarudaraan, atau anak usaha dari Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Kini, InJourney Airports mengelola dan mengoperasikan sebanyak 37 bandara yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia; serta menjadi pengelola bandara terbesar nomor 5 di dunia.

Kehadiran PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) diharapkan mampu meningkatkan konektivitas udara, mendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia, meningkatkan cakupan dan kecepatan logistik udara, serta meningkatkan efektivitas dan sinergitas pelayanan bandara di Indonesia.

3. PT Hotel Indonesia Natour (Injourney Hospitality)

PT Hotel Indonesia Natour (berbisnis dengan nama Injourney Hospitality) adalah bagian dari Injourney yang bergerak di bidang pengelolaan hotel. Hingga tahun 2026, perusahaan ini mengelola 33 hotel yang tersebar di seantero Indonesia.

Mengelola sejumlah hotel milik BUMN dan swasta di Indonesia yang tersebar di kota-kota strategis di Jawa, Bali, dan Sumatera.

Jaringan ini terdiri dari Inaya Putri Bali, Grand Inna Kuta, Grand Inna Bali Beach, Inna Bali Beach Garden, Inna Bali Beach Resort, Inna Sindhu Beach, Inna Bali Heritage, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Tunjungan, Grand Inna Samudra Beach, Grand Inna Medan, Grand Inna Padang, Inna Parapat, Inna Tretes dan The Sanur serta mengelola hotel milik BUMN dan swasta lainnya di Indonesia.

Subholding ini mengelola jaringan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya. Melalui kemitraan strategis dengan hotel dan resort lokal maupun internasional.

Injourney Hospitality menawarkan pengalaman menginap yang berkualitas tinggi dengan harga kompetitif. Statistik menunjukkan pertumbuhan okupansi hotel sebesar 12% selama setahun terakhir di wilayah operasinya.

4. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC)/Injourney Tourism Development

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation adalah sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi di Indonesia.

Injourney Tourism Development mengelola kompleks pariwisata terkemuka seperti The Nusa Dua Bali, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur.

5. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (PT TWC)/Injourney Destination Management

PT TWC memiliki maksud dan tujuan untuk melakukan usaha di bidang pengusahaan lingkungan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko serta cagar budaya dan kebudayaan lainnya sebagai suatu Taman Wisata dan Usaha di bidang pariwisata, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat.

PT TWC merupakan milik Pemerintah Indonesia. Memegang semangat transformasi sebagai Indonesia Heritage Management, bidang bisnis utama PT TWC terbagi dalam 4 pilar yaitu, Heritage Park, Cultural Park, Amenities dan Attraction serta didukung subsidiaries PT Bhumi Visatanda dan PT Management CBT Nusantara.

Pada tanggal 1 Juli 2021, PT TWC mendapat kepercayaan dari Pemerintah RI dalam Kerja Sama Pemanfaatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersama Kementerian Sekretariat Negara RI.

6. PT Sarinah (Injourney Retail)

PT Sarinah didirikan pada tahun 1962, merupakan anggota holding BUMN Aviasi dan Pariwisata (InJourney), yang bergerak di bidang ritel dan perdagangan.

Sarinah hadir sebagai wadah bagi segenap pegiat industri kreatif tanah air untuk menampilkan karya-karya terbaiknya kepada khalayak luas. Lewat slogan “Panggung Karya Indonesia”,

Di antara berbagai bidang usaha yang dirambah Sarinah, usaha ritel dan pusat perbelanjaan merupakan jantung operasi perusahaan.

Sarinah membangun operasinya di atas misi yang dicanangkan saat pendiriannya, yaitu sebagai wadah bagi ahli-ahli pengrajin lokal dan UMKM yang ingin memasarkan hasil karya mereka ke pasar yang lebih luas.

Bisnis yang dikelola PT Sarinah meliputi: Ritel, Properti dan Perhotelan, Pelayanan dan Fasilitas Perdagangan, serta Casual Leasing.

Kesimpulan

Pembentukan 6 subholding di bawah naungan Injourney menjadi langkah strategis yang mendukung keberlanjutan dan inovasi bisnis perusahaan di tengah persaingan industri yang ketat.

Setiap subholding memiliki peran khusus yang saling terkait dalam membangun ekosistem bisnis terpadu dan adaptif terhadap perubahan pasar global maupun domestik.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan fokus pada inovasi teknologi serta pelayanan pelanggan, Injourney terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin industri aviasi dan pariwisata.

Strategi diversifikasi melalui subholding yang memungkinkan fleksibilitas operasional sekaligus memperluas pangsa pasar secara efektif, bertujuan untuk mencapai keberhasilan perusahaan di industri aviasi dan pariwisata.(*)
—————————————————————
*Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber, hasil dari penelusuran terbuka Tim Redaksi.