Gejala Tinnitus
Tinnitus ditandai dengan sensasi mendengar bunyi, padahal tidak ada suara di sekitarnya.
Penderita Tinnitus bisa mengalami sensasi bunyi hanya pada salah satu telinga atau pada kedua telinga.
Sensasi bunyi itu dapat berupa:
•Dengung
•Desis
•Detak
•Gemuruh
•Raung
“Sensasi suara di atas bisa terdengar lembut atau keras. Pada beberapa kasus, sensasi suara seakan terdengar sangat keras sampai mengganggu konsentrasi dan menutupi suara nyata di sekitarnya,” ujar dr Handri.
Telinga berdenging bisa terjadi dalam jangka panjang atau hilang timbul. Sebagian besar bunyi Tinnitus hanya bisa didengar oleh penderitanya.
Namun, pada kasus yang jarang terjadi, tinnitus juga dapat didengar oleh dokter yang memeriksa telinga pasien.
Kapan Harus ke Dokter?
dr Handri menganjurkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami kuping berdengung yang disertai pusing dan gangguan pendengaran.
“Pemeriksaan juga perlu dilakukan bila Tinnitus muncul setelah menderita infeksi saluran pernapasan atas dan tidak membaik setelah satu minggu,” kata dia.
Periksakan ke dokter bila telinga berdenging disertai gejala penyakit Meniere, seperti sering vertigo dan telinga terasa penuh, untuk mencegah risiko terjadinya tuli permanen.
“Bila Anda mengalami kuping berdengung setelah mengonsumsi obat-obatan, diskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko obat-obatan tersebut serta kemungkinan obat tersebut dapat diganti dengan obat lain,” ujar dia.
Diagnosis Tinnitus
Pada pasien yang mengalami telinga berdengung, dokter spesialis THT akan meminta pasien untuk mendeskripsikan jenis bunyi yang didengar, kapan muncul, sudah terjadi berapa lama, hal yg bisa memperparah atau meredakan bunyi dan seberapa mengganggu bunyi tersebut.
“Selanjutnya, dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik pada telinga pasien. Dokter juga dapat memeriksa fungsi pendengaran pasien dengan melakukan tes audiometri,” kata dr Handri.
Selain itu, pemindaian dengan CT scan atau MRI juga akan dilakukan apabila dokter menduga ada kerusakan atau kelainan di organ dalam telinga pasien.
Pengobatan Tinnitus
Metode untuk mengatasi telinga berdenging tergantung pada penyebab yang mendasarinya, misalnya dengan mengangkat kotoran telinga yang menumpuk, memperbaiki gangguan di pembuluh darah dengan bedah, dan mengganti obat yang sedang dikonsumsi.
“Pasien akan menjalani terapi khusus atau dilatih untuk membiasakan diri dengan bunyi Tinnitus bila Tinnitus tidak hilang dan sangat mengganggu,” ujar dia.
Caranya adalah dengan:
•Terapi suara menggunakan bunyi-bunyi lain yang dapat menyamarkan bunyi tinnitus, misalnya menggunakan suara rintik hujan atau ombak
•Tinnitus retraining therapy (TRT), untuk melatih pasien agar tidak fokus pada bunyi tinnitus yang dialami
dr Handri menjelaskan telinga berdenging tidak bisa diatasi dengan obat-obatan.
Meskipun demikian, ada sejumlah obat yang dapat digunakan untuk mengurangi keparahan gejala akibat Tinnitus, yaitu:
•Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
•Obat golongan benzodiazepine, seperti alprazolam
“Pada pasien Tinnitus yang juga mengalami hilang pendengaran, dokter akan menyarankan penggunaan alat bantu dengar,” kata dia.
Komplikasi Tinnitus
Telinga berdenging yang terjadi secara terus menerus dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Beberapa kondisi yang bisa terjadi akibat telinga berdenging adalah:
•Depresi
•Sulit tidur
•Sulit berkonsentrasi
•Mudah marah
*Pencegahan Tinnitus*
dr Handri mengatakan tidak semua Tinnitus dapat dicegah.
“Namun, pada beberapa kasus, telinga berdenging dapat dicegah dengan melakukan sejumlah langkah,” ujar dia.
•Menyetel musik dengan suara yang tidak terlalu keras, terutama bila mendengar melalui headphone
•Mengenakan pelindung telinga, terutama pada orang yang berprofesi sebagai tentara, musisi atau pekerja pabrik
•Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, yaitu dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga
Baca Juga : Mengenal Lima Tanda Penumpukan Racun Dalam Tubuh
“Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kuping berdengung. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara ke rutin apabila Anda menderita hipertensi. Tekanan darah yang terkontrol dapat mengurangi risiko terjadinya Tinnitus,” tutup dia.
















