14.441 Ton Per Tahun, Mampukah Sukun Lampung Tembus Pasar Global?

Mampukah Sukun Lampung Tembus Pasar Global
Ilustrasi: OpiniMahe: 14.441 Ton Per Tahun, Mampukah Sukun Lampung Tembus Pasar Global? (Sumber Foto: Dok. WANI).

WartaNiaga.IDSimak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: 14.441 Ton Per Tahun, Mampukah Sukun Lampung Tembus Pasar Global?

 

14.441 Ton Per Tahun, Mampukah Sukun Lampung Tembus Pasar Global?
Oleh: Mahendra Utama*

 

Tren Pasar Global Tumbuh, Saatnya Lampung Bergerak

Pertanyaan kritis: apakah potensi sukun Lampung cukup untuk industrialisasi? Jawabannya: sangat cukup.

Dengan 14.441 ton per tahun, Lampung adalah kontributor terbesar di luar Jawa. Meski di bawah Jateng (36.148 ton) dan Jabar (25.475 ton), angka ini sudah memiliki critical mass untuk membangun industri pengolahan skala menengah.

Sukun Lampung bahkan masuk dalam 14 populasi sukun lokal yang diteliti BRIN, dengan kandungan karbohidrat yang kompetitif.

Peluang pasar terbuka lebar. Ekspor sukun mengalir ke Amerika Serikat, Belanda, hingga Tiongkok.

Pati sukun hasil modifikasi berpeluang besar digunakan dalam industri makanan, farmasi, kosmetik, dan produk ramah lingkungan.

Peneliti bahkan meyakini pati sukun termodifikasi mampu memenuhi kebutuhan industri.

Teori Export-Led Growth Krueger (1978) menegaskan pertumbuhan berbasis ekspor butuh kebijakan konsisten.

“Jika diseriusi, Lampung sangat berpeluang melompat menjadi produsen sukun nomor satu di Indonesia,” tegas Mahendra Utama.

Namun semua ini sia-sia tanpa langkah konkret. Sudah saatnya Lampung tak lagi sekadar lumbung tetapi pusat industri sukun nasional. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.