Daging atau yang biasanya berupa daging sapi adalah lambang dari Niniak Mamak, sebutan untuk pemimpin suku. Kelapa atau karambia akan menggambarkan Cadiak Pandai atau kaum yang memiliki intelektual tinggi.
Bahan lainnya seperti Lado atau cabai melambangkan Alim Ulama. Dan tidak ketinggalan pemasak atau bumbu yang menyimbolkan masyarakat Minang.
Menariknya, siapa yang menyangka jika rendang daging sapi ternyata dipengaruhi olah cita rasa kuliner India.
Hal ini karena dahulunya, daerah Sumatera merupakan pusat dagang rempah-rempah dunia. Sehingga banyak pedagang asal Gujarat, India yang singgah di pulau satu ini.
Dan banyak para pedagang India yang akhirnya menetap di Sumatera. Hingga akhirnya hadirlah berbagai sajian khas, yang memadukan bahan lokal dan juga rempah India.
Meskipun demikian, sajian makanan ini masih akrab di lidah masyarakat Indonesia. Bahkan kelezatannya membuat makanan ini didapuk sebagai makanan paling enak di dunia. Kelezatan rendang memang sudah berhasil memikat banyak lidah para pencinta kuliner.
Kamu juga harus tahu, jika ternyata Rendang memiliki dua jenis yaitu, rendang basah dan rendang kering. Rendang basah seringkali disebut dengan kalio atau kari. Yang membuat olahan ini berbeda karena dimasak dengan waktu yang singkat. Sehingga masih tersisa kuah santan yang terlihat seperti kuah. Rendang basah memiliki masa penyimpanan yang lebih singkat, yakni hanya bisa bertahan sekitar satu minggu dalam penyimpanan suhu ruang.
Sementara untuk rendang daging Padang yang kering membutuhkan waktu yang panjang. Rendang kering akan dimasak menggunakan santan dan diolah hingga mengering.
Dengan begitu, kadar air yang tersisa menjadi lebih sedikit dan bisa bertahan lebih lama. Rendang kering bisa bertahan hingga 3 bulanan. Rendang yang sering kamu temui di rumah makan umumnya merupakan rendang basah karena masih tersisa beberapa kuahnya walaupun tak banyak.
















