Alumni IPB Berbagi Tips Membasmi Nyamuk Tanpa Fogging

Alumni IPB Berbagi Tips Membasmi Nyamuk Tanpa Fogging
Jentik nyamuk. Foto: akun Twitter Bang Tani @petanirumah

WartaNiagaIkatan Alumni IPB berbagi tips membasmi nyamuk tanpa fogging di akun media sosial Twitter Bang Tani @petanirumah pada Senin, 30 Mei 2022.

Baca Juga : Ecoton Ungkap Lima Merek Penyumbang Mikroplastik di Sungai Lampung

“Kami sudah 8 tahun tidak pernah fogging dan tidak pernah punya masalah dgn nyamuk. Ini kami lakukan, baik di rumah dan di hotel. Di hotel awalnya fogging 3 kali seminggu, tapi tidak efektif dan masalah nyamuk jadi gangguan,” ujar Ikatan Alumni PGKP Institut Pertanian Bogor (IPB) seperti dikutip dari Twitter.

Seperti diketahui nyamuk mampu menyebarkan penyakit protozoa seperti malaria, penyakit filaria seperti kaki gajah, dan penyakit bawaan virus seperti demam kuning, demam berdarah dengue, encephalitis, dan virus Nil Barat.

Baca Juga : Ekspedisi Sungai Nusantara Mengusulkan Kawasan Suaka Ikan di Lampung

Ikatan Alumni IPB berbagi tips membasmi nyamuk tanpa fogging yang sukses dilakukan di hotel yang luasnya 4 hektar dengan kebun yang luas banyak pohon, dan tidak pernah fogging selama 5 tahun terakhir dan tidak punya masalah nyamuk lagi.

Berikut tips membasmi nyamuk tanpa fogging:

1. Tampung air, boleh air sumur, air hujan atau air PDAM di ember/bekas cat/atau apa saja. Taruh di tempat agak gelap/pojok/sekitar pohon dimana nyamuk senang berada.

2. Setelah enam hari kemudian, saring air tersebut menggunakan saringan teh, akan banyak jentik nyamuk.

3. Buang jentik tersebut ke dataran kering agar mati, atau kasi makan ikan.

4. Air bekas saringan tadi, taruh lagi di tempat yang sama.

5. Setelah enam hari kemudian, saring lagi, jentik akan lebih banyak dari minggu pertama.

6. Sisa air saringan ditaruh lagi, begitu seterusnya.

“Puncak jumlah jentik biasanya pada minggu ketiga dan keempat. Setelah itu jentik akan terus berkurang, karena populasi nyamuk semakin berkurang.”

Kunci keberhasilan membasmi nyamuk tanpa fogging ini adalah:

Pertama, pakai air yang sama terus, karena air tersebut sudah mengandung unsur yg mengundang nyamuk untuk bertelur di sana.

“Jika air sudah semakin sedikit, bisa ditambahkan.”

Kedua, penyaringan jentik harus dilakukan setelah 5 atau 6 hari baru, jika lewat, maka keburu jadi nyamuk.

“Begitu yang kami lakukan sehingga tidak perlu fogging yang notabene kurang bagus juga untuk kesehatan manusia dan peliharaan.”