Rumah Panggung Saksi Sejarah Asal Usul Ulun Lappung

Rumah Panggung Saksi Sejarah Asal Usul Ulun Lappung
Lamban Gedung Sekala Brak. Foto Istimewa

Karena itulah tempat itu kemudian diberi nama “Sekala Bekhak” yang artinya adalah tempat persemayaman dewa-dewi atau negeri titisan para dewa. Pada masa itu, masyarakat dikerajaan Sekala Bekhak masih menganut kepercayaan Hindu – Animisme.

Mereka percaya kepada dewa-dewa, arwah para leluhur, dan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan. Dewa tertinggi mereka adalah Melasa Kepappang (Melasa Kepampang). Melasa Kepampang merupakan sebuah pohon nangka yang bercabang dua.

Pohon melasa kepampang dianggap memiliki kesaktian karena kedua cabangnya mempunyai khasiat yang berlawanan. Cabang yang pertama merupakan pohon bergetah dan apabila terkena getahnya dapat menyebabkan penyakit pada kulit.

Penyakit tersebut hanya dapat disembuhkan oleh cabang yang lain. Sumber penyakit dan penawar terdapat pada satu pohon tersebut.

Kesaktian dan kesucian pohon melasa kepampang masih dipercayai oleh masyarakat di kerajaan Sekala Bekhak secara turun temurun hingga pada masa kepemimpinan yang Mulia Pun Beliau Ratu Sekekhumong.

Ratu Sekekhumong adalah putri tunggal dari Pangeran Muncak Bawok dan Ratu Intan Galuh (Pangeran Muncak Bawok adalah putra dari Yang Mulia Raja Sangkan).