Balada Kelapa Gading, Puisi Karya: Mahendra Utama

Balada Kelapa Gading
Kolase Foto All Sedayu Hotel Kelapa Gading dan Mahendra Utama. (Sumber Foto: Dok. Pribadi).

WartaNiaga.ID – Balada Kelapa Gading, merupakan sebuah judul puisi yang ditulis oleh Mahendra Utama, tercipta kisaran Agustus tahun 2025.

Gaya bahasa puisi yang ditulis Mahendra Utama cenderung lugas, ekspresif, reflektif, transformatif dan mampu menghadirkan gambaran yang kuat tentang tema yang diangkat.

Kelapa Gading, di Jakarta Utara yang telah bertransformasi dari kawasan rawa menjadi kawasan elit, modern dan berkembang pesat, telah menginspirasi penulis, sehingga tercipta  bait-bait puisi dengan diksi, narasi dan metafor yang apik dan memikat.

Berikut ini puisi Balada Kelapa Gading, karya Mahendra Utama:

Balada Kelapa Gading
Karya: Mahendra Utama

Kelapa Gading!
Dulu engkau rawa!
Dulu engkau sunyi, hanya air, lumpur, dan alang-alang yang berbisik!
Tak ada mal, tak ada kafe, tak ada musik di malam hari.

Tapi manusia datang!
Dengan truk pasir! Dengan peta kota di tangan!
Dengan mimpi yang besar dan alat berat yang meraung di pagi hari!
Mereka menimbun!
Mereka menata!
Mereka membangun jalan dan gedung yang menjulang seperti doa yang dipanjatkan ke langit!

Dan kini engkau berderap,
Seperti kuda-kuda besi di Boulevard Raya,
Seperti langkah-langkah tergesa di lorong Mall Kelapa Gading,
Seperti deru AC di kantor-kantor modern yang tak pernah tidur!

Sejak 2024 aku pun ikut di dalamnya!
Berkantor di tengah riuhmu,
Menyapa pagi dengan kopi panas di tangan,
Menutup sore dengan lampu-lampu neon yang berkilat di kaca gedung!

Kelapa Gading!
Engkau adalah pesta kuliner!
Bakmi Bangka, soto Makassar, ramen Jepang, pasta Italia—
semua berkawan di lidah!
Engkau adalah festival!
Lampu-lampu, tenda-tenda, musik, dan orang-orang yang tak mau pulang!

Tapi aku tahu, Kelapa Gading…
Di balik riuhmu, engkau pernah menjadi sunyi.
Di balik modernmu, ada tanah yang pernah basah dan dingin.
Engkau mengajarkan padaku:
bahwa hidup adalah perubahan,
bahwa keberanian adalah nyawa dari sebuah kota.

Kelapa Gading!
Engkau bukan hanya tempat!
Engkau adalah panggung!
Dan aku—
Sejak 2024—
adalah salah satu aktor kecil yang ikut bermain di dalamnya!

Baca juga: Jembatan Sakura dan Nusantara

Bagi para pengunjung setia wartaniaga.id dan seluruh khalayak pembaca, semoga narasi dan setiap bait-bait puisi diatas bermanfaat dan memberikan inspirasi. Sekian dan terimakasih…(*)