Hari Anak Nasional 2023 di Pulau Tegal Lampung

Hari Anak Nasional 2023 di Pulau Tegal Lampung
Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Lampung Vina Oktavia bersama Sukarelawan Peduli Pendidikan Pulau Tegal (SP3T) memperingati Hari Anak Nasional 2023 di Pulau Tegal, Pesawaran, Lampung, Minggu (23/7/2023). Foto: Arsip FJPI Lampung

WartaNiaga – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) bersama Sukarelawan Peduli Pendidikan Pulau Tegal (SP3T) memperingati Hari Anak Nasional 2023 di Pulau Tegal, Pesawaran, Provinsi Lampung.

Diketahui FJPI Lampung adalah sebuah lembaga non profit yang anggotanya merupakan jurnalis perempuan di Lampung.

Ketua FJPI Provinsi Lampung Vina Oktaviani mengatakan pihaknya bersama SP3T mengadakan edukasi pencegahan kekerasan seksual pada anak dan orangtua.

Edukasi ini diberikan kepada ibu-ibu di Pulau Tegal sedangkan edukasi pencegahan kekerasan seksual untuk anak-anak dilakukan secara menarik lewat dongeng,” ujar Vina dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (23/7/2023) malam.

FJPI dan SP3T menggandeng Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Lampung Fiqih Amalia dan Pendongeng Lampung Jarwo dalam kegiatan tersebut.

Hari Anak Nasional 2023 di Pulau Tegal juga melibatkan mahasiswa yang sedang mengikuti program KKN di daerah setempat.

Baca Juga: KKN Siger Berjaya Diikuti 447 Mahasiswa

Pada momentum Hari Anak Nasional 2023 anak-anak di Pulau Tegal diajak untuk mendengarkan dongeng, mewarnai, dan bernyanyi bersama.

“Kami juga memberi informasi bahaya kekerasan pada anak dan perempuan kepada ibu-ibu di Pulau Tegal,” kata Vina.

Peringatan Hari Anak Nasional di Pulau Tegal diharapkan bisa menambah wawasan ibu dan anak-anak setempat.

Ketua SP3T Uniroh mengatakan kesempatan ini menjadi momen anak-anak serta mahasiswa yang saat ini sedang KKN di Pulau Tegal sebagai penerus bangsa untuk lebih peka melihat kondisi dan keadaan desa di sekitar.

Ini sama dengan laboratorium sosial kita semua. Di tengah dunia digital dengan segala hiruk pikuk dan kemenarikan ada mereka yang musti kita layani secara manual, secara langsung kita terjun ke dalamnya,” ujar dia.

Uniroh pun menceritakan anak-anak di Pulau Tegal menerima pendidikan informal dari lembaga formal bernama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pesona Pulau Tegal.

Lembaga PKBM ini sudah setara dengan sekolah formal seperti SD, SMP, dan SMA.

Dari awalnya hanya kerelawanan di rumah baca, kami pun berbenah ingin anak di sini diakui negara karena sebenarnya mereka ini berhak mengenyam pendidikan. Sehingga walau tidak ada sekolah formal tapi ada sekolah informal yang diakui negara,” kata dia.

Baca Juga: Siswa SMA Fransiskus Bandar Lampung Raih Medali Perak di IPhO

Ia pun berharap dengan kegiatan Hari Anak Nasional kali ini, anak-anak tak hanya bisa memperluas pengetahuan mereka tentang kekerasan seksual pada anak dan perempuan, tapi juga memotivasi mereka untuk membangun pulau kecil mereka.

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, tahun ini mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Kegiatan di Pulau Tegal terselenggara atas dukungan beberapa pihak di antaranya PT Bukit Asam, campaign.com, dan Yayasan Dunia Lebih Baik.

Baca Juga: Predikat Kabupaten Layak Anak Tubaba dan Lamsel Naik Kelas