Dies Natalis Unila Diramaikan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian

Dies Natalis Unila Diramaikan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian
LPPM Expo atau Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian menampilkan berbagai produk olahan makanan, Kamis (11/8). Foto: Arsip Humas Universitas Lampung

WartaNiaga – Dies Natalis Unila diramaikan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian yang akan berlangsung pada 11-12 Agustus 2022 di halaman belakang Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila).

Baca Juga : Karomani Targetkan 100 Guru Besar Unila di 2023

Kegiatan dalam rangka Dies Natalis Ke-57 Unila ini dibuka oleh Rektor Unila Prof Karomani.

“Terima kasih kepada LPPM yang telah bekerja keras. Betul-betul meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat,” kata dia.

Prof Karomani menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan pameran produk inovasi binaan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat) kampus setempat.

Rektor pada kesempatan tersebut juga mendorong LPPM Unila merealisasikan karya inovasi melalui hilirisasi.

“Hilirisasi mampu memberi dampak luar biasa pada pemberdayaan ekonomi dan pemasaran produk yang lebih luas lagi,” ujar Prof Karomani.

Ketua LPPM Unila, Prof Lusmeilia Afriani, mengatakan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian diikuti 20 tenan yang menampilkan produk inovasi dosen dari seluruh fakultas di lingkungan Unila.

Prof Lusmeilia menyampaikan LPPM Expo akan dikunjungi 25 pengusaha tapioka dari Thailand yang tergabung dalam Thai Tapioca Stratch Association.

“Semoga mereka tertarik dengan inovasi dan hasil penelitian kita sehingga akan membantu peneliti singkong dan peneliti lainnya di Unila, juga akan ada kunjungan dari Bappenas dan Bappeda Lampung,” ujar dia.

Dies Natalis Unila diramaikan Pameran Hasil Penelitian dan Pengabdian civitas kampus dengan menampilkan produk-produk hasil olahan makanan, minuman, kosmetik, ecoenzym, beras siger, produk olahan dari berbagai desa binaan dan mahasiswa KKN, mobil listrik berbahan serat alam EVU 01, tapis, hingga mesin rabakong.

Rabakong ini dapat digunakan untuk menangani permasalahan keberadaan limbah batang singkong serta pembuatan produk turunan yang lebih bernilai tambah secara ekonomi.

Rancangannya memanfaatkan rantai chainsaw sebagai alat penghancur yang mampu menghasilkan serat batang singkong untuk membuat pakan ternak, pupuk organik, berikut bahan bakar, biochar, obat nyamuk bakar dan papan partikel.

Baca Juga : Unila Membangun Kampus di Terbanggi Besar Lampung Tengah

Inovasi Fakultas Pertanian ini sudah mendapatkan sertifikat paten sederhana dari Menteri Hukum dan HAM dengan nomor paten IDS000002295 pada 22 April 2019.

Namun hingga saat ini, mesin tersebut masih dalam proses SNI di Jakarta sebelum diproduksi secara massal.