Khasiat Jamu Beras Kencur dengan Kunyit: Sebuah Warisan Leluhur Nusantara

Khasiat Jamu Beras Kencur dengan Kunyit
Ilustrasi: Seorang Ibu sedang Meracik Jamu. Khasiat Jamu Beras Kencur dengan Kunyit Tak Lekang oleh Waktu. (Sumber Foto: IRZ/Ist).

WartaNiaga.ID – Artikel opini edisi WANI kali ini, mengusung tema: Khasiat Jamu Beras Kencur dengan Kunyit, Warisan Leluhur Nusantara.

 

Khasiat Jamu Beras Kencur dengan Kunyit: Sebuah Warisan Leluhur Nusantara
Oleh: Mahendra Utama*

 

Di tengah gempuran obat-obatan kimia dan suplemen modern, masyarakat Indonesia tak pernah benar-benar meninggalkan warisan leluhurnya.

Jamu, terutama beras kencur yang dipadukan dengan kunyit, tetap menjadi primadona minuman kesehatan dari generasi ke generasi.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan praktik kesehatan yang telah teruji oleh waktu dan kini mulai mendapatkan pembenaran ilmiah.

Warisan Budaya yang Tak Lekang Waktu

Sejarah mencatat bahwa tradisi jamu telah mengakar kuat di Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan catatan sejarah, tradisi jamu sudah berkembang sejak masa Kerajaan Mataram hingga kini.

Bahkan, Prasasti Madhawapura dari era Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 secara spesifik menyebut profesi “tukang jamu” atau acaraki, membuktikan bahwa minuman herbal ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kuno.

Relief di Candi Borobudur dan Candi Prambanan pun menggambarkan proses pembuatan dan konsumsi ramuan herbal.

Ini menunjukkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki sistem pengobatan alami yang terstruktur jauh sebelum pengobatan modern masuk ke Nusantara.

Mengapa jamu beras kencur dengan kunyit begitu istimewa? Kombinasi ini bukanlah kebetulan. Masyarakat Jawa kuno meyakini bahwa setiap bahan dalam jamu memiliki filosofi dan khasiat tersendiri. Beras melambangkan kemakmuran dan memberikan energi, kencur menghangatkan, sementara kunyit membawa kesejukan dan kebersihan.

Kandungan Gizi: Harta Karun dalam Segelas Jamu

Di balik rasanya yang segar dan aroma khasnya, beras kencur dengan kunyit menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Berdasarkan data dari berbagai sumber, dalam 100 gram kencur terkandung kalori sebesar 205 gram, karbohidrat total 45 gram, protein 4,3 gram, serta serat makanan 0,6 gram.

Sementara itu, dalam 100 gram jamu beras kencur secara umum mengandung nutrisi lengkap: 250 kalori, 0,4 gram lemak, 45 gram karbohidrat, 4,3 gram protein, 0,6 gram serat, serta mineral penting seperti natrium (1,6 mg), kalium (55 mg), kalsium (1,2% AKG), dan zat besi (1,8% AKG).

Yang membuat minuman ini istimewa adalah kandungan senyawa bioaktifnya. Kencur kaya akan cineol, borneol, 3-carene, camphene, kaempferol, kaempferide, cinnamaldehyde, p-methoxycinnamic acid, ethyl cinnamate, dan ethyl p-methoxycinnamate.

Senyawa-senyawa inilah yang bertanggung jawab terhadap berbagai khasiat kesehatan yang ditawarkan jamu beras kencur.

Kunyit yang menjadi paduan sempurna dalam minuman ini mengandung kurkumin, senyawa polifenol yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan kuat. Gabungan kedua bahan utama ini menciptakan sinergi yang meningkatkan potensi kesehatan secara keseluruhan.

Khasiat yang Terbukti Ilmiah

A. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Di masa pandemi dan era gaya hidup serba cepat seperti sekarang, menjaga imunitas menjadi prioritas. Jamu beras kencur dengan kunyit menawarkan solusi alami. Kandungan flavonoid dan antioksidan di dalamnya bekerja aktif melawan radikal bebas dan meningkatkan sistem imun tubuh.

B. Anti-inflamasi dan Pereda Nyeri

Bagi mereka yang sering mengalami pegal-pegal setelah bekerja seharian atau nyeri sendi, minuman ini bisa menjadi alternatif pereda nyeri alami. Senyawa etil p‑metoksisinamat dalam kencur memberikan efek anti-inflamasi dan analgesik yang bermanfaat untuk meredakan nyeri otot, sendi, hingga sakit gigi.

C. Menyehatkan Pencernaan

Teori pengobatan tradisional menyebutkan bahwa banyak penyakit berasal dari gangguan pencernaan. Jamu beras kencur terbukti memiliki efek karminatif yang membantu meredakan kembung, mual, diare, dan sembelit.

Jahe di dalamnya mempercepat proses pengosongan lambung, sebagaimana diteliti pada tahun 2011 bahwa kelompok yang mengonsumsi jahe mengalami pengosongan lambung lebih cepat (12 menit) dibanding plasebo (16 menit) .

D. Antimikroba dan Antikanker

Penelitian dari International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences mengungkap bahwa kencur mampu melawan bakteri penyebab karang gigi (Lactobacillus acidophilus).

Bahkan, kandungan etil p-metoksisinamat dalam kencur bersifat antikanker dengan menghambat proliferasi sel karsinoma hati hepatoseluler.

E. Meningkatkan Nafsu Makan

Orang tua di Indonesia telah lama memberikan jamu beras kencur pada anak yang sulit makan. Praktik ini ternyata memiliki landasan ilmiah. Rasa manis dan segar dari campuran gula jawa serta khasiat alami kencur memang terbukti mampu meningkatkan nafsu makan, terutama pada anak-anak.

Perspektif Pembangunan Kesehatan

Sebagai pemerhati pembangunan, saya melihat kebiasaan minum jamu bukan sekadar tradisi, melainkan aset kesehatan nasional yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Di tengah mahalnya biaya kesehatan dan efek samping obat-obatan kimia, jamu menawarkan alternatif yang murah, mudah diakses, dan minim efek samping.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan POM telah mendorong pengembangan Saintifikasi Jamu, yaitu penelitian ilmiah untuk membuktikan khasiat dan keamanan jamu secara medis.

Langkah ini penting agar jamu tidak hanya diakui secara tradisional, tetapi juga mendapatkan legitimasi ilmiah yang diakui dunia medis modern.

Namun, tantangan tetap ada. Penelitian di Pasar Kedonganan, Bali, menemukan bahwa total bakteri pada jamu beras kencur mencapai 267,6×108 CFU/ml, jauh melampaui ambang batas Departemen Kesehatan RI yaitu <106 CFU/ml.

Bahkan, Escherichia coli ditemukan pada beberapa sampel jamu. Ini menunjukkan perlunya pembinaan higienitas dalam produksi jamu tradisional.

Kesimpulan

Minum jamu beras kencur dengan kunyit bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan investasi kesehatan masa depan. Kandungan gizinya yang kaya, khasiat nya yang beragam, serta warisan budayanya yang tak ternilai menjadikan minuman ini layak mendapatkan tempat istimewa dalam gaya hidup modern.

Kita patut berbangga bahwa Indonesia memiliki warisan seperti jamu. Dari Majapahit hingga era digital, dari dapur tradisional hingga laboratorium modern, jamu beras kencur terus membuktikan relevansinya.

Tugas kita sekarang adalah melestarikannya dengan cara memproduksinya secara higienis, mengonsumsinya secara bijak, dan terus meneliti khasiatnya demi kemajuan kesehatan bangsa.

Sudah saatnya kita tidak hanya bangga dengan jamu, tetapi juga menjadikannya bagian dari solusi kesehatan nasional menuju Indonesia yang lebih sehat dan mandiri. (*)

——————————————————————*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.