6 Bos PT Danantara Aset Management (PT DAM), Siapa Saja?

6 Bos PT Danantara Aset Management
Ilustrasi: 6 Bos PT Danantara Aset Management (PT DAM), Siapa Saja? (Sumber Foto: Dok. WANI/AI).

WartaNiaga.IDInilah daftar nama 6 Bos PT Danantara Aset Management (PT DAM), terdiri dari 1 Board of Directors dan 5 Managing Directors.

Berikut ini susunan daftar nama 6 Bos PT Danantara Aset Management (PT DAM):

Board of Directors
–> Memimpin arah DAM dengan kepemimpinan yang tegas dan tata kelola yang baik.

1. Dony Oskaria (Chief Executive Officer).
○ Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
○ Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2024-2025).
○ Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) (2021-2024).

Dony Oskaria adalah seorang pengusaha dan abdi negara Indonesia yang dikenal melalui kepemimpinannya di sektor penerbangan, pariwisata, dan keuangan.

Saat ini ia juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sejak 8 Oktober 2025, dengan fokus pada pengembangan dan transformasi perusahaan-perusahaan BUMN Indonesia.

Sebelum menjabat posisi tersebut, ia merupakan Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) pada periode 2021–2024, di mana ia berperan penting dalam mengonsolidasikan dan merevitalisasi ekosistem pariwisata dan kebandarudaraan nasional. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia (2020–2021), berkontribusi dalam berbagai inisiatif restrukturisasi dan operasional. Jabatan kepemimpinan sebelumnya mencakup Komisaris Citilink dan anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), dengan fokus pada strategi pengembangan pariwisata.

Kariernya dimulai di industri perbankan dan ritel, dengan pengalaman di Bank Universal, Bank Mega, Trans Studio Mall, dan CT Corp. Dengan latar belakang multidisiplin dan rekam jejak dalam memimpin transformasi berskala besar, ia terus berperan penting dalam membentuk lanskap ekonomi Indonesia, khususnya dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata dan penerbangan nasional.

Managing Directors
–> Melaksanakan agenda DAM dengan mendorong operasi, transformasi, dan hasil yang terukur.

2. Setyanto Hantoro (Managing Director, Business 2).
○ Mantan CEO Telkomsel.
○ Deputy Chairman di Digital Realty Bersama.
○ Partner di Provident Capital.

Setyanto Hantoro adalah eksekutif berpengalaman dengan lebih dari 25 tahun di bidang infrastruktur digital, telekomunikasi, dan transformasi perusahaan. Ia menghabiskan lima tahun terakhir dalam kariernya sebagai Presiden Komisaris Bersama Data Center Digital (BDDC), di mana ia memimpin pengembangan dua fasilitas utama, JBT dan JST, serta memastikan kemitraan strategis dengan salah satu perusahaan data center terbesar di dunia yang berbasis di AS. Pada awal 2025, ia diangkat sebagai Wakil Komisaris Digital Reality Bersama, yang semakin memperkuat perannya dalam memajukan infrastruktur digital standar dunia di Indonesia.

Sebelum menjabat di BDDC, Setyanto pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Telkomsel, di mana ia memimpin transformasi strategis operator seluler terbesar di Indonesia menjadi kekuatan layanan digital. Masa jabatannya ditandai dengan peluncuran layanan 5G komersial pertama di Indonesia dan pertumbuhan signifikan dalam penawaran gaya hidup digital, permainan seluler, dan solusi perusahaan.

Di awal kariernya, ia memegang berbagai peran kepemimpinan di dalam Grup Telkom Indonesia, termasuk CEO TelkomMetra, CEO Sementara MDI Ventures, SVP Portofolio Strategis, dan SVP Pengembangan Bisnis & Sinergi. Dalam peran-peran ini, ia berperan penting dalam menggerakkan strategi korporasi, investasi digital, dan integrasi antar anak perusahaan—berkontribusi pada evolusi Telkom menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang kompetitif secara global.

Ia meraih gelar MBA dan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Telkom. Dikenal karena kejelasan strategis dan fokus inovasinya, ia sangat bersemangat membangun ekonomi digital Indonesia.

3. Febriany Eddy (Managing Director, Business 3).
○ Mantan CEO, Deputy CEO and CFO Vale Indonesia.
○ Keahlian utama di bidang keuangan dan pelopor dalam industri pertambangan.

Febriany Eddy adalah profesional dengan lebih dari 18 tahun pengalaman di industri keuangan dan pertambangan. Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia, ia menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk., setelah sebelumnya memegang posisi sebagai CFO dan Wakil CEO.

Di bawah kepemimpinannya, PT Vale mengembangkan proyek smelter nikel senilai US$2,5 miliar di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan kapasitas produksi yang diproyeksikan sebesar 40.000 ton sulfat nikel campuran per tahun. Ia juga memiliki tanggung jawab regional di Vale Base Metals Asia Pasifik dan Afrika, yang berbasis di Brisbane, mengawasi operasi di Indonesia, Jepang, China, Taiwan, dan Afrika.

Sebagai pengakuan atas komitmennya terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan, ia menerima Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) pada 2024. Febriany juga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Wanita Paling Berpengaruh di Asia versi Fortune magazine pada 2024.

4. Sahala Situmorang (Managing Director, Finance).
○ Mantan Partner di EY & Deloitte.
○ Keahlian dalam strategi dan transaksi keuangan.

Sahala Situmorang adalah eksekutif berpengalaman dengan lebih dari dua dekade pengalaman dalam merger dan akuisisi, advisory transaksi, dan pembiayaan infrastruktur.

Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia sebagai Managing Director, ia menjabat sebagai Executive Director untuk Strategi, Risiko & Transaksi di Deloitte Consulting Southeast Asia. Dalam peran ini, ia memberi advokasi kepada klien dari berbagai sektor—including infrastruktur, jasa keuangan, dan perusahaan milik negara—tentang transaksi strategis, perencanaan modal, dan transformasi organisasi.

Sebelum bergabung dengan Deloitte pada 2024, Sahala adalah Partner di Ernst & Young (EY) Indonesia, dimana ia memimpin praktik Strategi dan Transaksi. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Lead Advisory di EY ASEAN. Karyanya fokus pada merger dan akuisisi, due diligence, dan pembiayaan infrastruktur kreatif, terutama dalam kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan kemitraan publik-swasta.

Sahala meraih gelar di bidang Ekonomi dari Universitas Indonesia dan MBA dari Western Illinois University, AS.

5. Agus Dwi Handaya (Managing Director, Human Capital).
○ Mantan Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia di Bank Mandiri.
○ Pengalaman luas di bidang perbankan dan sumber daya manusia perusahaan.

Agus Dwi Handaya adalah eksekutif senior di industri perbankan dengan keahlian dalam transformasi organisasi, kepatuhan, dan manajemen modal manusia.

Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia, ia menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, posisi yang diembannya sejak 2018.

Sebelumnya, ia memegang beberapa peran strategis, termasuk Senior Executive Vice President untuk Transformasi dan Keuangan Perusahaan serta Kepala Kantor Kepala Eksekutif Grup di Bank Mandiri, serta Direktur Keuangan dan Strategi di Bank Syariah Mandiri.

Ia memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengelola sumber daya manusia di bank terbesar di Indonesia dan terpilih sebagai Ketua Indonesian Human Capital Forum (FHCI) untuk periode 2024–2027, organisasi kunci dalam pengembangan sumber daya manusia di perusahaan milik negara. Ia juga menjabat sebagai Ketua BUMN School of Excellence (BSE), sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang dirancang untuk Direktur dan Komisaris BUMN.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri telah mengembangkan talenta tingkat atas, termasuk ahli digital yang telah mendorong keberhasilan transformasi digital, serta pemimpin bisnis strategis yang berkontribusi pada pertumbuhan bisnis yang agresif namun berhati-hati dan berkelanjutan.

6. Riko Banardi (Managing Director, Risk Management).
○ Mantan Kepala Global Advisory Manajemen Risiko di Chatham Financial

Riko Banardi adalah pemimpin senior di bidang keuangan dan manajemen risiko dengan keahlian luas dalam penilaian dan harga aset, teknologi risiko, analitik, risiko pasar, risiko kredit lawan transaksi, modal regulasi, derivatif, strategi bisnis, dan transformasi proses yang kompleks.

Ia telah memberikan konsultasi kepada klien dari berbagai industri, termasuk jasa keuangan global, asuransi, sekuritas, properti, ekuitas swasta, ritel, penerbangan, dan energi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Global Advisory Manajemen Risiko di Chatham Financial, di mana ia mendirikan dan memimpin praktik manajemen risiko keuangan dan regulasi global perusahaan tersebut.

Karya fokusnya adalah pada strategi risiko dan kepatuhan yang kompleks untuk beberapa institusi keuangan terbesar di dunia, serta manajemen risiko komoditas untuk perusahaan Fortune 500.

Lebih awal, sebagai Kepala Penetapan Harga dan Analitik di Chatham, ia bertanggung jawab atas platform analitik risiko dan penilaian perusahaan, yang mendukung lebih dari $250 miliar aktivitas perdagangan derivatif tahunan.

Sebelum bergabung dengan Chatham, Riko adalah bagian dari Grup Advisory Manajemen Risiko Jasa Keuangan di Ernst & Young, di mana ia memberi advis kepada eksekutif senior di bank investasi global utama, perusahaan sekuritas, dan perusahaan asuransi. (*)

Demikianlah artikel mengenai susunan daftar nama 6 Bos PT Danantara Aset Management (PT DAM), yang dikutip dari sumber resmi website Danantara Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
————————————————————–
* Sumber: www.danantaraindonesia.co.id