WartaNiaga.ID – Artikel opini WANI edisi kali ini, topik utama pembahasannya adalah tentang: 3 Raja Petai & Jengkol Asal Lampung.
3 Raja Petai & Jengkol Asal Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Gelar “Raja” dalam peta agribisnis Lampung kini tak lagi hanya didominasi oleh kopi atau lada. Di balik rimbunnya hutan rakyat, terdapat tiga kabupaten yang secara konsisten menjadi tumpuan produksi petai dan jengkol nasional.
Meski sering dipandang sebelah mata karena aromanya yang menyengat, kedua komoditas ini nyatanya memiliki nilai ekonomi “wangi” yang mampu menopang kesejahteraan petani di Bumi Ruwa Jurai dari tahun 2020 hingga medio 2026 ini.
Sentra Produksi: Sang Tiga Raja
Berdasarkan tren data periode 2020 hingga April 2026, Lampung kokoh sebagai produsen utama di Sumatra. Tiga wilayah yang layak disebut “Raja” karena kontribusi produksinya yang masif adalah Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.
Wilayah-wilayah ini memiliki keunggulan geografis berupa sistem agroforestri yang menjadi habitat ideal bagi pohon petai (Parkia speciosa) dan jengkol (Archidendron pauciflorum).
Total produksi akumulatif Lampung di era ini diprediksi stabil di angka 15.000 hingga 22.000 ton per tahun, menjadikannya pemain kunci pemasok pasar induk di Pulau Jawa.
Nilai Ekonomi: Perputaran Uang yang “Wangi”
Berapa nilai ekonomi di balik aroma menyengat ini? Estimasi perputaran uang dalam perdagangan petai dan jengkol di Lampung periode 2020 hingga April 2026 diprediksi menembus angka Rp450 miliar hingga Rp600 miliar.
Angka fantastis ini lahir dari tingginya permintaan pasar domestik dan ekspor. “Petai dan jengkol bukan lagi sekadar tanaman pagar, tapi sudah menjadi komoditas investasi jangka panjang yang tahan banting terhadap krisis,” ujar seorang peneliti agribisnis dari Universitas Lampung.
Teori Nutrisi dan Diplomasi Rasa
Secara ilmiah, petai mengandung tiga jenis gula alami sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang memberikan dorongan energi instan. Dr. Gia Pratama dalam berbagai literasi kesehatan menyebutkan bahwa kalium pada petai membantu fungsi jantung.
Sementara jengkol, meski mengandung asam jengkolat, kaya akan antioksidan yang penting untuk menangkal radikal bebas.
Lampung telah membuktikan bahwa petai dan jengkol adalah simbol ketahanan pangan lokal yang tangguh.
Melalui tangan “Tiga Raja” kabupaten tersebut, komoditas ini terus setia mengisi piring warga sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan. (*)
——————————————————————
*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.
















