5 Bos Danantara Investment Management, Siapa Saja?

5 Bos Danantara Investment Management
Ilustrasi: 5 Bos Danantara Investment Management, Siapa Saja? (Sumber Foto: Dok. WANI/AI).

WartaNiaga.IDInilah daftar nama 5 Bos Danantara Investment Management,
terdiri dari 1 Board of Directors dan 4 Managing Directors.

Berikut ini susunan daftar nama 5 Bos Danantara Investment Management:

Board of Directors

1. Pandu Patria Sjahrir (Chief Executive Officer).
● Ketua SEA Indonesia (2017-2022).
● Wakil Presiden di PT TBS Energi Utama Tbk (2024-2025).
● Alumnus Stanford University.

Pandu Patria Sjahrir adalah seorang pengusaha dan investor Indonesia terkemuka yang berfokus pada transisi energi dan ekonomi digital.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia berperan penting dalam mendorong kemajuan teknologi finansial, infrastruktur digital, serta inisiatif energi berkelanjutan di Indonesia.

Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari University of Chicago (2001), MBA dari Stanford University (2007), dan Executive MBA dari Tsinghua University melalui program One Belt One Road (2020).

Pandu memiliki peran strategis dalam lanskap investasi dan bisnis Indonesia, khususnya di bidang transisi energi, infrastruktur digital, dan teknologi finansial.

Sebagai karyawan pertama dan Wakil Presiden PT TBS Energi Utama Tbk (2010–2025), ia memimpin transformasi perusahaan menjadi pemain utama di sektor energi berkelanjutan, dengan komitmen mencapai netral karbon pada 2030.

Kepemimpinannya juga meluas ke Electrum, yang berfokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Di sektor fintech, ia menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sejak 2021, memperjuangkan inklusi keuangan digital dan penguatan regulasi.

Pada 2025, ia terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), terus mendorong percepatan transisi Indonesia menuju mobilitas listrik.

Sebagai Founding Partner AC Ventures (2020–2025) dan Managing Partner Indies Capital Partners (2017–2025), ia telah mendukung berbagai startup besar seperti Gojek, Sea Limited, dan Bukalapak, berkontribusi terhadap inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kontribusinya juga mencakup perannya sebagai Komisaris Bursa Efek Indonesia (2020–2024) serta posisi strategis di APINDO dan Asosiasi Selancar Indonesia, dalam upaya memajukan iklim investasi dan pengembangan olahraga nasional.

Managing Directors
–> Menjaga portofolio tetap disiplin, risiko terkelola, dan memberikan dampak.

2. Djamal Attamimi (Managing Director, Finance).
● 30+ tahun pengalaman berharga di perbankan & investasi di Asia Tenggara.
● CEO Lynx Asia Partner.
● Penasihat Senior di Amartha.

Djamal Attamimi adalah profesional berpengalaman di bidang perbankan dan investasi dengan lebih dari tiga dekade pengalaman di Indonesia dan Asia Tenggara.

Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia, ia menjabat sebagai Managing Partner & CEO di Lynx Asia Partners sejak tahun 2013.

Ia juga pernah memegang berbagai posisi kepemimpinan strategis di lembaga keuangan global ternama, termasuk sebagai Managing Director dan Head of the Financing Group di Nomura, serta Co-Head of Capital Markets & Treasury Services di Deutsche Bank.

Pada awal kariernya, ia juga berkiprah di Citibank, Rabobank, dan Delta Advisory, di mana ia membangun keahlian mendalam dalam transaksi terstruktur dan pasar modal.

Sepanjang kariernya, ia telah memimpin berbagai transaksi pembiayaan dan pasar modal bernilai miliaran dolar untuk korporasi dan lembaga keuangan di kawasan.

Dia juga berperan dalam mengawasi akuisisi strategis, restrukturisasi keuangan, serta investasi lintas negara di sektor infrastruktur dan industri strategis lainnya.

3. Stefanus Ade Hadiwidjaja (Managing Director, Investment).
● Investor berpengalaman dengan rekam jejak multi-miliar dolar.
● CIO di Indonesia Investment Authority (INA).
● MD dan Country Head di Creador.

Stefanus Ade Hadiwidjaja adalah pakar investasi dengan pengalaman luas di bidang private equity dan dana abadi negara (Sovereign Wealth Fund).

Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia, ia menjabat sebagai Chief Investment Officer di Indonesia Investment Authority (INA) sejak lembaga tersebut didirikan, berperan strategis dalam pengelolaan investasi nasional.

Di bawah kepemimpinannya, INA telah berinvestasi di berbagai sektor utama seperti infrastruktur digital, layanan kesehatan, dan teknologi.

Sebelumnya, ia memimpin investasi di Creador sebagai Managing Director dan Head of Indonesia and Singapore selama hampir satu dekade. Ia juga pernah menjabat sebagai CEO Simba Indosnack (2016–2019), salah satu perusahaan portofolio Creador.

Pengalamannya mencakup peran sebagai Project Leader di Boston Consulting Group (BCG) serta berbagai posisi strategis di sektor keuangan dan industri.

Pada saat kepemimpinannya, INA telah menanamkan investasi senilai lebih dari US$4 miliar dalam empat tahun terakhir, bekerja sama dengan sejumlah investor global terkemuka seperti ADIA, ADQ, GIC, BlackRock, SRF, dan Swire Group.

Sebagai investor, ia memiliki rekam jejak kuat dalam investasi dan divestasi di bidang private equity, dikenal akan ketajamannya dalam mengidentifikasi peluang investasi, terutama di sektor kesehatan, konsumer, dan infrastruktur.

4. Bono Daru Adji (Managing Director, Legal).
● Salah satu pengacara terkemuka Asia dengan 25+ tahun pengalaman hukum.
● Managing Partner di Assegaf Hamzah & Partners.

Bono Daru Adji adalah pakar hukum terkemuka dengan lebih dari 25 tahun pengalaman di bidang merger dan akuisisi (M&A) serta pasar modal.

Ia merupakan penasihat terpercaya bagi perusahaan multinasional, lembaga keuangan, dan badan pemerintahan dalam menangani transaksi lintas negara yang kompleks.

Sebelum bergabung dengan Danantara Indonesia, ia menjabat sebagai partner senior di salah satu firma hukum terbesar di Indonesia, dikenal atas pendekatannya yang strategis dan inovatif dalam menangani berbagai transaksi besar di sektor publik maupun swasta.

Keahliannya mencakup M&A, pasar modal ekuitas dan utang, tata kelola perusahaan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Ia secara konsisten diakui sebagai praktisi hukum papan atas oleh berbagai direktori internasional seperti Chambers, The Legal 500, dan IFLR1000. The Legal 500 Asia Pacific menempatkannya dalam Hall of Fame, sementara IFLR1000 dan Asialaw Profiles masing-masing mengakui dirinya sebagai Highly Regarded dan Elite Practitioner.

Di luar praktik hukumnya, ia juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit di sejumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), berperan penting dalam pengawasan pelaporan keuangan, manajemen risiko, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

5. Ali Setiawan (Managing Director, Treasury & Public Investment).
● Direktur Pelaksana, Kepala Global Markets & Securities Services di PT Bank HSBC Indonesia.

Ali Setiawan adalah pakar berpengalaman di bidang treasury dan pasar global, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di sektor keuangan Indonesia.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Global Markets di HSBC Indonesia, di mana ia berperan penting dalam salah satu proses merger perbankan terbesar di Tanah Air: penggabungan operasi lokal HSBC (KCBA) dengan Bank Ekonomi Raharja yang menghasilkan berdirinya PT Bank HSBC Indonesia.

Pasca-merger, ia berperan krusial dalam mengamankan suntikan modal sebesar US$1 miliar, yang meningkatkan modal inti bank menjadi Rp14 triliun dan memungkinkan transisinya menjadi bank komersial BUKU 3 dalam klasifikasi perbankan Indonesia.

Langkah ini secara signifikan memperluas kapasitas HSBC Indonesia dalam menyediakan layanan, mendukung pembiayaan berskala besar, serta memperdalam kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Di luar kepemimpinan korporasi, ia juga aktif dalam berbagai asosiasi industri, berkontribusi dalam pengembangan pasar keuangan Indonesia. Perannya telah memperkuat kepercayaan investor, mendorong pertumbuhan institusional, dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Demikianlah artikel mengenai susunan daftar nama 5 Bos Danantara Investment Management, yang dikutip dari sumber resmi website Danantara Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. (*)
————————————————————–
* Sumber: www.danantaraindonesia.co.id