WartaNiaga.ID – Artikel opini edisi WANI kali ini, topik utama pembahasannya tentang Sukun, Superfood Nusantara dengan Segudang Manfaat Kesehatan.
Sukun, Superfood Nusantara dengan Segudang Manfaat Kesehatan
Oleh: Mahendra Utama*
Di tengah dominasi beras dan gandum, sukun (Artocarpus altilis) hadir sebagai primadona baru pangan fungsional.
Buah tropis ini tidak hanya lezat, tetapi juga menyandang predikat superfood dunia berkat profil nutrisinya yang luar biasa.
Mengapa sukun disebut superfood? Dalam 100 gram sukun terkandung karbohidrat kompleks (31,9 g) sebagai sumber energi, serat tinggi (5,4 g) yang mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL), serta protein (4 g) dengan asam amino esensial leucine dan lysine bahkan lebih tinggi dari kedelai. Kandungan kaliumnya (376,7 mg) berperan vital menjaga kesehatan jantung dan otot.
Keunggulan lainnya terletak pada indeks glikemiknya yang rendah (beban glikemik hanya 11, jauh di bawah nasi putih yang mencapai 24).
Ini menjadikan sukun sangat aman jika dikonsumsi oleh penderita diabetes dan ideal untuk program diet.
Selain itu, sukun secara alami bebas gluten, sehingga cocok sebagai alternatif tepung bagi penyintas celiac.
Dengan segudang manfaat ini, tidak heran jika para ahli menyebut sukun sebagai solusi kelaparan global dan sistem pangan berkelanjutan masa depan.
Berdasarkan nutrisi yang terkandung di dalamnya, sukun sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu makanan pokok pendamping beras.
Kandungan vitamin dan mineral sukun lebih lengkap daripada beras, namun kalorinya lebih rendah. Hal ini merupakan keunggulan sukun, untuk digunakan sebagai makanan diet.
Untuk golongan masyarakat tertentu yang menginginkan diet makanan kalori rendah dapat memilih buah sukun dalam menu sehari-hari.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi buah sukun di Indonesia mencapai 165.032 ton pada tahun 2022.
Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah penghasil sukun terbanyak, yakni 35.188 ton, diikuti Provinsi Jawa Timur 29.370 ton, dan Jawa Barat 23.113 ton.
Sementara itu, sentra produksi sukun di Provinsi Lampung adalah di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, yaitu terpusat di Kecamatan Kalirejo, Pubian, dan Selagai Lingga.
Berdasarkan data tahun 2023, Kecamatan Kalirejo menghasilkan lebih dari 1.000 kuintal, disusul Pubian dan Selagai Lingga sebagai pemasok utama. (*)
———————————————————————-*Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan Asal Lampung.
















