6 Karakteristik Perusahaan, Kiat Membeli Saham Menurut Peter Lynch

6 Karakteristik Perusahaan, Kiat Membeli Saham Menurut Peter Lynch
6 Karakteristik Perusahaan.

WartaNiaga – 6 karakteristik perusahaan, kiat membeli saham menurut Peter Lynch. Ada baiknya mengerti dan memahami dulu apa yang akan dibeli dan untuk apa membeli.

Dalam konteks saham, Peter Lynch membagi saham menjadi 6 tipe berdasarkan karakteristik perusahaan yang menerbitkannya.

Baca Juga: HIPMI Audit Kinerja DPMPTSP Pesawaran

Berikut adalah 6 tipe saham menurut karakteristik perusahaan:

  • 1. Slow Grower (perusahaan tumbuh lambat) ini adalah perusahaan yang tumbuh pendapatan dan labanya secara perlahan.

Pertumbuhan perusahaan ini biasanya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Saham-saham ini cenderung menawarkan dividen yang stabil.

  • 2. Stalwart (perusahaan kuat) ini adalah perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang stabil dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Mereka tidak tumbuh secepat perusahaan teknologi baru, tetapi memiliki pangsa pasar yang mapan dan biasanya memberikan dividen yang baik.

  • 3. Fast Grower (Perusahaan Tumbuh Cepat) ini adalah perusahaan yang tumbuh dengan cepat dalam pendapatan dan laba.

Mereka biasanya berada di industri yang baru berkembang atau memiliki produk inovatif yang mengalami permintaan tinggi.

Saham-saham ini memiliki potensi keuntungan yang tinggi, tetapi juga risiko yang lebih besar.

  • 4. Cyclicals (perusahaan siklikal) ini adalah perusahaan yang berada di industri yang sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi.

Pertumbuhan dan laba mereka bisa naik dan turun seiring dengan kondisi ekonomi. Saham- saham ini seringkali menawarkan peluang beli saat ekonomi sedang lemah dan peluang jual saat ekonomi kuat.

  • 5. Turnarounds (perusahaan yang mengalami perubahan) ini adalah perusahaan yang sebelumnya mengalami kesulitan atau kerugian, tetapi kemudian berhasil memperbaiki kinerjanya.

Investasi dalam saham perusahaan yang mengalami perubahan ini memerlukan analisis yang cermat, karena ada risiko yang terkait dengan pemulihan perusahaan.

  • 6. Asset Plays (Investasi Aset) ini adalah saham yang nilainya terutama didasarkan pada aset yang dimiliki oleh perusahaan, seperti tanah, properti, atau investasi lainnya.

Baca Juga: Lampung Craft 2023 Dibuka 6-10 Juni di Graha Wangsa

Investasi dalam saham seperti ini bisa menguntungkan jika harga aset tersebut dihargai lebih rendah daripada nilai sebenarnya.

Dalam konteks pengembalian maka pemegang saham dapat memperoleh dari dividen dan/atau capital gain.

  • DIVIDEN

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang sahamnya.

Ketika sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan, mereka dapat memilih untuk mengalokasikan sebagian dari laba tersebut sebagai dividen kepada pemegang saham.

Dividen biasanya dibayarkan secara tunai per saham atau dalam bentuk saham tambahan. Penerimaan dividen tidak bergantung pada harga saham saat pembayaran, melainkan pada jumlah saham yang dimiliki.

Dividen sering dianggap sebagai pendapatan rutin yang diperoleh dari kepemilikan saham perusahaan.

  • CAPITAL GAIN

Capital gain terjadi ketika nilai pasar aset meningkat seiring waktu. Dalam konteks saham, capital gain terjadi ketika harga saham meningkat melebihi harga beli awal.

Jika seorang investor membeli saham pada harga yang lebih rendah dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, selisih antara harga jual dan harga beli merupakan capital gain.

Capital gain hanya akan direalisasikan ketika saham dijual atau diuraikan.

Jadi harus bagaimana?

Sebelum membeli, tentukan dulu apa yang diharapkan dari saham yang dibeli, dividen atau capital gain.

Baca Juga: PFI dan SMSI Gelar Kejuaraan Renang Terbesar di Lampung

Kalau mengincar dividen, tentu saham tipe slow grower dan stalwart menjadi pilihan yg relatif aman. Tinggal dilihat saja historis dividen emitennya.

Kalau mengincar capital gain, tipe fast grower, turn arrounds dan assetplays bisa menjadi pilihan namun dengan risiko yang lebih tinggi, sepadan dengan reward yang diharapkan.

Kalau mengincar dividen sekaligus capital gain, maka tipe saham cyclicals menjadi pilihan terbaik.

  • High Risk High Gain

Tapi perlu pemahaman terkait siklusnya kapan dibawah kapan dipuncak, dilihat juga historis pembagian dividen karena ada juga saham yang tergolong cyclicals tapi malah tidak membagikan dividen saat puncak siklus.

Fast grower, turn arrounds dan assetplays bisa saja membagikan dividen, namun itu bukan tujuan utama, anggap saja sebagai bonus atau uang tunggu.

Makanya ketika memperdebatkan soal dividen atau capital gain, itu sia-sia, karena kalau ngomong soal selera itu balik ke pribadi masing-masing.

Baca Juga: Tubaba Mendunia Lewat Sepatu dari Italia Superga

Contoh praktisnya beli POWR yang tipikal stalwart dengan dividen yang stabil dan lumayan, tentu salah besar mengharapkan capital gain yang signifikan.

Kalau beli ACES yang turn arrounds maka sangat aneh kalau mempertanyakan dividennya lebih kecil dibanding ITMG.

Sama seperti selera makan, ada yang suka soto gak suka sate, ada yang suka nasi padang gak suka steak.

Tapi ada juga orang yang selera makannya bagus dan suka semua. Namun perlu diingat, cara makan sate, soto, nasi padang, steak, tentu berbeda walaupun akhirnya masuk di mulut yang sama.

Tapi apapun makanannya, kalau soal mie instan indomie INDF dan ICBP tetap seleraku.

Happy Investing!

*Disclaimer penyebutan nama emiten bukan rekomendasi

Penulis Fit Bit dikutip dari Stockbit.com