5 Ikon Kota Siantar Ini Berhasil Menarik Wisatawan

5 Ikon Kota Siantar Ini Berhasil Menarik Wisatawan
Tugu Becak Siantar berdiri kokoh di seberang Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (27/12). Foto: Josua Napitupulu

WartaNiaga – 5 ikon Kota Siantar ini berhasil menarik wisatawan yang melintas dari Ibu Kota Provinsi Sumatra Utara, Medan, menuju destinasi wisata super prioritas Danau Toba.

Kota Pematangsiantar atau biasa disebut Kota Siantar hanya berjarak 128 km dari Medan dan 48 km dari Parapat.

Siantar merupakan kota terbesar kedua di Sumatra Utara setelah Medan.

Kota Adipura ini dihuni beraneka ragam suku dan agama dengan moto ‘Sapangambei Manoktok Hitei’ (bahasa Simalungun) atau “Saling Bergotong-royong Demi Mencapai Tujuan yang Mulia”.

Pada masa perang kemerdekaan, Kota Siantar sempat menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Utara pada April 1946 sampai Juli 1947, saat Medan dikuasai Belanda.

Gubernur Sumatra Utara, Mohammad Hasan, memilih Pematangsiantar sebagai ibu kota alternatif karena memiliki infrastruktur yang memadai dan berada di lokasi strategis.

Kota peraih penghargaan Wahana Tata Nugraha ini juga telah melahirkan puluhan tokoh nasional sejak berdiri pada 24 April 1871.

Di antaranya Wakil Presiden RI Adam Malik Batubara, filsuf Muslim Harun Nasution, petinju Syamsul Anwar Harahap.

Kemudian, pencipta lagu-lagu perjuangan Cornel Simanjuntak, mantan Menteri Pertanian RI Bungaran Saragih, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hankam, TB Silalahi.

Kota Siantar dengan sejarah panjang kelahirannya memiliki sejumlah objek wisata yang wajib dikunjungi.

5 ikon Kota Siantar ini berhasil menarik wisatawan karena menjadi ciri khas daerah setempat yang tidak ada duanya.

1. Museum Simalungun

Museum yang ditujukan untuk melestarikan budaya adat Simalungun ini dibangun pada April – Desember 1939.

Saat diresmikan pada 30 April 1940, museum ini disebut Rumah Pusaka Simalungun.

Pembangunan Museum Simalungun diputuskan dalam rapat atau ‘harungguan’ oleh tujuh Raja Simalungun, Kepala Distrik, Tungkat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemerintahan, pada 14 Januari 1937.

Bangunan berornamen rumah adat Simalungun ini memuat 975 buah benda bersejarah yang terdiri dari berbagai koleksi, di antaranya:

  • etnografika: peralatan rumah tangga;
  • keramikologis: jenis porselin buatan Cina, Honand dan Spanyol;
  • numismatika: mata uang;
  • naskah Kuno: terbuat dari raut kayu alim dan anyaman bambu;
  • arkeologi: aneka arca;
  • kerajinan tangan atau ornamen yang bahannya terbuat dari kayu.

Salah satu arca di Museum Simalungun dari zaman megalitik, patung batu Silapalapa, berasal dari daerah Partuanon Hutabayu Marubun.

Museum Simalungun dikelola oleh Yayasan Museum Simalungun yang didirikan pada 27 September 1954.

Museum ini beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.