WartaNiaga.ID – Apa saja 6 Penyebab Utama Mobil Getar Saat Ngebut? dan bagaima cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya dan disini.
Mobil yang terasa bergetar saat melaju di kecepatan 60–80 km/jam sering dianggap masalah sepele oleh sebagian pengendara.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kaki-kaki, ban, hingga sistem suspensi kendaraan.
Jika dibiarkan terlalu lama, getaran dapat memengaruhi kenyamanan berkendara, mempercepat kerusakan komponen, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.
Masalah getaran pada mobil biasanya muncul saat kendaraan mencapai kecepatan tertentu. Setir terasa bergetar, bodi mobil berdenyut, atau kabin terasa tidak stabil.
Untuk mengatasinya, penting mengetahui penyebab utama mobil bergetar di kecepatan menengah.
6 Penyebab Utama Mobil Getar Saat Ngebut:
1. Balancing Ban Tidak Seimbang.
Balancing ban yang tidak presisi merupakan penyebab paling umum mobil bergetar. Ketika distribusi berat roda tidak merata, roda akan berputar tidak stabil dan memunculkan getaran pada kecepatan tertentu.
Biasanya gejala terasa pada setir yang bergetar saat mobil melaju di atas 60 km/jam. Semakin tinggi kecepatan, getaran bisa semakin terasa.
Solusinya adalah melakukan balancing di bengkel menggunakan alat khusus agar putaran roda kembali stabil.
2. Spooring Tidak Presisi.
Spooring berkaitan dengan keselarasan sudut roda. Jika posisi roda tidak sejajar, mobil dapat terasa menarik ke satu sisi dan menimbulkan getaran saat dikendarai.
Selain menyebabkan getaran, spooring yang bermasalah juga membuat ban cepat aus tidak merata. Kondisi ini sering terjadi setelah mobil menghantam lubang, trotoar, atau jalan rusak.
Melakukan spooring secara rutin dapat menjaga kestabilan mobil sekaligus memperpanjang usia ban.
3. Velg Peyang atau Rusak.
Velg yang peyang akibat benturan keras dapat memicu getaran pada kendaraan. Saat velg tidak lagi berbentuk sempurna, roda akan berputar tidak stabil sehingga muncul getaran di kecepatan tertentu.
Kerusakan velg sering tidak disadari karena bentuknya hanya berubah sedikit. Namun efeknya cukup besar terhadap kenyamanan berkendara.
Jika velg sudah rusak parah, sebaiknya segera diganti demi menjaga keselamatan.
4. Ban Aus Tidak Merata.
Ban yang aus sebelah atau permukaannya bergelombang juga bisa menyebabkan mobil bergetar. Keausan tidak merata biasanya dipicu oleh tekanan angin yang tidak sesuai, spooring buruk, atau suspensi bermasalah.
Ban yang kondisinya sudah tidak layak pakai akan mengurangi daya cengkeram kendaraan dan membuat mobil sulit dikendalikan saat kecepatan tinggi.
Periksa kondisi ban secara rutin dan lakukan rotasi ban agar tingkat keausan lebih merata.
5. Komponen Suspensi dan Kaki-Kaki Rusak.
Kerusakan pada shockbreaker, tie rod, ball joint, atau bushing arm dapat memunculkan getaran pada mobil.
Komponen kaki-kaki yang aus membuat roda tidak stabil saat melewati jalan bergelombang maupun saat melaju cepat.
Biasanya gejala tambahan berupa bunyi “gluduk” pada bagian bawah mobil atau setir terasa oblak.
Pemeriksaan kaki-kaki sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama jika mobil sering melewati jalan rusak.
6. Bearing Roda Bermasalah.
Bearing roda yang aus juga dapat memicu getaran sekaligus suara dengung saat mobil berjalan. Komponen ini berfungsi menjaga putaran roda tetap halus.
Jika bearing rusak, roda tidak dapat berputar sempurna dan menyebabkan getaran semakin terasa pada kecepatan tertentu.
Cara Mengatasi Mobil Getar Saat Negebut (Kecepatan 60–80 Km/Jam)
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
● Lakukan balancing dan spooring secara rutin.
● Periksa tekanan angin ban.
● Ganti ban yang aus atau benjol.
● Cek kondisi velg dari kemungkinan peyang.
● Servis kaki-kaki dan suspensi.
● Periksa bearing roda di bengkel terpercaya.
Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Dampak Jika Getaran Mobil Dibiarkan
Mengabaikan getaran pada mobil dapat menyebabkan kerusakan lebih serius. Ban bisa aus lebih cepat, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga komponen suspensi mengalami kerusakan berat.
Selain itu, mobil yang bergetar saat kecepatan tinggi juga berisiko kehilangan kestabilan dan membahayakan pengemudi maupun penumpang.
Kesimpulan
Mobil yang bergetar di kecepatan 60–80 km/jam umumnya disebabkan oleh balancing ban yang tidak seimbang, spooring bermasalah, velg peyang, ban aus, atau kerusakan kaki-kaki.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi keselamatan berkendara.
Melakukan pemeriksaan rutin pada ban, velg, suspensi, dan sistem kemudi menjadi langkah penting agar mobil tetap nyaman dan aman digunakan setiap hari. (*)
———————————————————-
* Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber, hasil penelusuran terbuka tim redaksi.
















