Storynomics Pariwisata Lampung di K-Fest 2023

Storynomics Pariwisata Lampung di K-Fest 2023
Kontingen Badan Penghubung Provinsi Lampung di Jakarta mempromosikan Warisan Budaya Takbenda "Tupping Pudak Khua Belas" di Karnaval Budaya Maskland K-Fest 2023, PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (8/7/2023). Foto: Josua Napitupulu

Karnaval Budaya Maskland mengedepankan storynomics pariwisata.

Kontingen Karnaval Budaya Maskland dari Badan Penghubung Provinsi Lampung di Jakarta mengusung “Tupping Pudak Khua Belas” atau 12 penutup wajah dari Lampung Selatan.

“Sebagai masyarakat Lampung di Jakarta, kami ingin berpartisipasi melestarikan kekayaan budaya Lampung,” ujar Official Badan Penghubung Provinsi Lampung di Jakarta, Idkhomsyah (50).

Idkhomsyah menuturkan kontingennya melakukan persiapan selama satu bulan untuk memamerkan Tupping Pudak Khua Belas di K-Fest 2023.

“Jadi, Tupping Pudak Khua Belas itu adalah pasukan telik sandi Pahlawan Nasional Radin Inten II dalam bergerilya,” jelas dia.

Dia menuturkan keduabelas penutup wajah memiliki bentuk yang berbeda-beda mewakili karakter punggawa-punggawa Radin Inten II dari 12 daerah di Lampung Selatan.

Puluhan peserta Tupping Pudak Khua Belas juga mengenakan kostum menyerupai tumbuh-tumbuhan sebagai kamuflase.

Mereka menggunakan pakaian yang menyerupai tumbuhan untuk menyiasati musuh, menyatu dengan alam. Terkadang mereka bertingkah laku kocak hingga akhirnya musuh bisa ditaklukkan,” kata Idkhomsyah.

Sejak tahun 2016, lanjut dia, Tupping Pudak Khua Belas telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Warga Desa Keratuan Darah Putih Kuripan, Penengahan, Lampung Selatan, ini berharap K-Fest 2023 yang mengusung konsep storynomics pariwisata Lampung terus berlanjut.

“Harapan kedepannya, semua budaya dan tradisi Lampung tidak punah. Ini salah satu cara kami melestarikan biar generasi muda tahu bahwa Lampung kaya akan budaya,” pungkas Idkhomsyah.

Kemenparekraf apresiasi Lampung K-Fest 2023.

Kemenparekraf mendukung K-Fest 2023 sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional dalam rangka pencapaian target pergerakan 1,2 sampai 1,4 miliar wisatawan nusantara, dan 6 sampai 8,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2023.

“Penghargaan dan apresiasi saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas semangat dan upaya untuk terus mengembangkan dan memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Joko Suharbowo selaku Ketua Tim Kerja Sumatra I Direktorat Event Daerah Kemenparekraf RI.

Menurut dia, K-Fest 2023 telah menjadi landmark event Provinsi Lampung sebagai unit selling point dalam mendorong promosi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif.

Baca Juga: Melawan Deforestasi Lewat Festival Wisata Hutan

Untuk itu kedepannya menjadi relevan dan penting menerapkan strategi storynomics yang mengedepankan narasi dan konten kreatif serta optimalisasi media digital yang didukung dengan inovasi, adaptasi, kolaborasi dengan semangat 3G; Gercep, Geber, dan Gaspol,” kata Joko mewakili Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

K-Fest 2023 diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

“Majukan pariwisata dan ekonomi kreatif, lestari dan kembangkan seni budaya kearifan lokal, bersama jaga Indonesia,” pungkas Joko.

K-Fest 2023 yang kaya akan budaya dan adat Lampung terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan.

Di antaranya Festival Ekonomi Kreatif Lampung; Pemecahan Rekor MURI Engkak Ketan Khas Lampung Terbanyak; Lomba Mewarnai, Menghias Tupping, dan Pentas Seni Anak; Karnaval Budaya Maskland; dan Pesona Kemilau atau Sparkling Night.