WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Restorasi Toyota Hardtop 1978 Milik Dwi Aprilla Sandi.
Restorasi Toyota Hardtop 1978 Milik Dwi Aprilla Sandi
Oleh: Mahendra Utama*
Popularitas Toyota Hardtop juga terlihat di kawasan wisata Gunung Bromo. Medan ekstrem menuntut kendaraan dengan durabilitas tinggi, dan Hardtop dikenal tangguh.
Dalam perspektif restorasi klasik, membangun mobil dari “bahan” adalah praktik practical nostalgia: memulihkan benda masa lalu agar relevan dengan kebutuhan hari ini. Maka proyek Pak Sandi bukan sekadar hobi; ia merawat warisan teknologis dan memori kolektif.
Dwi Aprilla Sandi adalah profesional agribisnis dan perkebunan. Ia pernah menjadi Direktur PT Mitratani Dua Tujuh (Juli–Oktober 2023), GM Kebun Tembakau PTPN 1 Regional 4 (Oktober 2022–Juli 2025), dan pernah SEVP Operation PT Mitratani Dua Tujuh sejak Juli 2025. Aktivitasnya mengelola komoditas tembakau serta agro-industri sayuran beku edamame menunjukkan sosok planter yang adaptif.
“Saya pilih warna biru karena melambangkan ketenangan, kepercayaan, stabilitas dan kesetiaan serta loyalitas,” kata Pak Sandi usai seruput kopi.
Kesamaan antara Dwi Aprilla Sandi dan Toyota Hardtop miliknya: sama-sama siap tempur di segala medan, tanpa letih dan tanpa mengeluh.
Di tengah modernisasi perkebunan, kendaraan planter ini menjadi simbol ketangguhan, loyalitas, dan keberlanjutan. (*)
—————————————————————–‐–
* Penulis: Mahendra Utama, Eksponen 98.
















