WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Hotel dan Rumah Sakit Tipe A Perkuat Identitas Metropolitan Bandar Lampung.
Hotel dan Rumah Sakit Tipe A Perkuat Identitas Metropolitan Bandar Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Jaringan Hotel Berbintang
Sektor perhotelan di Bandar Lampung tumbuh pesat. Berbagai jaringan hotel nasional dan internasional telah beroperasi, mulai dari Grand Mercure yang merupakan hotel bintang lima dengan 335 kamar, Radisson Lampung Kedaton, Golden Tulip Springhill, Holiday Inn Bukit Randu, Novotel, Swiss-Belhotel, Hotel Santika Premiere, hingga Emersia Hotel and Resort.
Kehadiran hotel-hotel ini menegaskan posisi Bandar Lampung sebagai destinasi bisnis dan wisata di Sumatera.
Layanan Kesehatan Kelas A
Dari sisi kesehatan, RSUD dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) dan RS Urip berstatus rumah sakit tipe A dan menjadi rujukan tertinggi untuk 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Selain RSUDAM, terdapat RS Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo dengan kelas C.
Kehadiran fasilitas kesehatan bertaraf tinggi ini menunjukkan kesiapan Bandar Lampung melayani kebutuhan medis masyarakat urban.
Menuju Kota Metropolitan
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan komitmen pembangunan. “Sepanjang 2025 kita sama-sama menyaksikan pembangunan kota ini yang begitu luar biasa,” ujarnya.
Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp744,6 miliar dengan sektor hotel dan restoran sebagai penyumbang terbesar kedua.
Trickle-Down Effect dalam Praktik
Teori trickle-down effect menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di sektor premium akan menciptakan efek berantai.
Jhingan (2004) menyebutkan bahwa trickling down effect mengharapkan adanya kegiatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat kepada wilayah sekitarnya.
Namun, teori ini juga mendapat kritik. Antara News melaporkan bahwa pembangunan yang berpegang pada teori ini ternyata tidak selalu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kecil.
Oleh karena itu, pembangunan Bandar Lampung perlu memastikan manfaatnya dirasakan merata, bukan hanya dinikmati kalangan atas. (*)
——————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.
















