WartaNiaga – Pertumbuhan ekonomi Lampung semakin membaik, meskipun pandemi covid-19 masih terjadi di tahun 2021.
Hal ini disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima Kunker Komisi IV DPR RI dalam rangka reses masa sidang V tahun 2021-2022, di Mahan Agung, Rabu (13/07/2022).
Baca Juga : Erick Thohir Puji Kepemimpinan Arinal Djunaidi
Kinerja pertumbuhan ekonomi Lampung kedepan diprediksi akan semakin membaik dengan didorong oleh beberapa faktor, antara lain :
Pertama, kinerja sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang diproyeksi terus tumbuh positif, dengan dukungan kinerja program-program pembangunan di bidang pertanian.
“Salah satu program pendukung utamanya adalah e-KPB. Program ini diinisiasi untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan petani yang belum mampu dipenuhi oleh program Kartu Tani Kementerian Pertanian,” kata Arinal.
Kedua, semakin membaiknya sisi konsumsi masyarakat sejalan dengan meningkatnya mobilisasi sumberdaya ekonomi, pergerakan masyarakat serta aktivitas dan transaksi ekonomi sejalan dengan semakin rendahnya resiko pandemi Covid-19.
Ketiga, meningkatnya produksi dan kinerja sektor industri (hilirisasi sumber daya alam) maupun ekonomi kerakyatan (UMKM) serta peningkatan nilai ekspor Luar Negeri Provinsi Lampung.
“Poin penting dari capaian pembangunan ekonomi tersebut adalah turunnya tingkat kemiskinan atau persentase penduduk miskin di Provinsi Lampung,” jelas dia.
Peringkat Provinsi Lampung terhadap angka kemiskinan dalam riliis BPS terakhir naik 2 level, dari urutan 12 menjadi 14 (persentase penduduk miskin 11,67%).
Angka ini lebih tinggi dari Provinsi Sumatera bagian Selatan yaitu Sumsel yang berada di peringkat 11 (persentase penduduk miskin 12,79%), Bengkulu (persentase penduduk miskin 14,43%) serta Provinsi Aceh (persentase penduduk miskin 15,53%).
“Bahkan angka Kemiskinan Lampung lebih baik dari Provinsi DI Yogyakarta dengan persentase penduduk miskinnya mencapai 11,91 persen,” ucap dia.
Sejalan dengan menurunnya tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran juga semakin berkurang.
Capaian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2021 Lampung mencapai 4,69 persen jauh lebih baik dari pada capaian rata-rata Nasional yang mencapai 6,49 persen.
“Keberhasilan capaian indikator makro pembangunan tersebut didukung oleh pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas,” kata dia.
Baca Juga : Arinal Djunaidi Mendorong Percepatan Pembangunan Bakauheni Harbour City
“Serta dukungan terhadap pelayanan infrastruktur dasar yang meliputi penyediaan air bersih, sanitasi, pengurangan kawasan kumuh guna mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi Lampung,” kata dia.
















