WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Optimalisasi Pelabuhan Bakauheni: Jembatan Logistik Utama Komoditas Lampung–Jawa.
Optimalisasi Pelabuhan Bakauheni: Jembatan Logistik Utama Komoditas Lampung–Jawa
Oleh: Mahendra Utama*
Vitalnya Koridor Penyeberangan Bakauheni–Merak
Pelabuhan Bakauheni merupakan nadi utama yang mengalirkan pasokan komoditas pangan, hasil bumi, dan hortikultura dari Lampung menuju Pulau Jawa.
Menggunakan armada Roll-on/Roll-off (Ro-Ro), Bakauheni memainkan peran penting menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional harian.
Teori Sistem Logistik dan Keandalan Modalisasi
Keberhasilan penyeberangan antarpulau ditentukan oleh kelancaran transfer antar-moda logistik.
Merujuk pada teori Freight Transport and Logistics Systems oleh Prof. Alan McKinnon, keandalan koridor ferry bridge sangat bergantung pada kepastian waktu tunggu di terminal serta integrasi dengan jaringan jalan arteri.
Pakar transportasi nasional, Dr. Ir. Bambang Susantono, menguraikan:
“Konektivitas Selat Sunda bukan sekadar menyeberangkan armada kapal, melainkan menyambungkan dua pusat pertumbuhan ekonomi terbesar Indonesia secara seamlessly tanpa hambatan antrean.”
Solusi Memaksimalkan Arus Komoditas Bakauheni
Agar alur komoditas Lampung keluar-masuk ke Pulau Jawa berjalan cepat dan bebas hambatan, strategi yang perlu diterapkan meliputi:
1. Penerapan Digital Ticketing & Buffer Zone:
Mewajibkan reservasi tiket berbasis jam keberangkatan serta mengoptimalkan rest area Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) sebagai kantong parkir truk kargo.
2. Dermaga Khusus Fast-Track Logistics:
Menyediakan jalur cepat dan dermaga khusus bagi truk pengangkut komoditas cepat rusak (perishable goods) seperti sayur dan buah.
3. Peningkatan Kapasitas Armada Ro-Ro Jumbo:
Memperbanyak kapal penyeberangan berkapasitas besar untuk mempercepat masa turnaround time saat volume kargo melonjak.
Optimalisasi Bakauheni akan memastikan Lampung terus menjadi penopang utama ketahanan pangan dan ekonomi Pulau Jawa. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.















