Melawan Deforestasi Lewat Festival Wisata Hutan

Melawan Deforestasi Lewat Festival Wisata Hutan
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tahura Wan Abdul Rachman Pesawaran mempromosikan hasil perkebunan dari Perhutanan Sosial di Festival Wisata Hutan Provinsi Lampung 2023, Senin (3/7/2023). Foto: Josua Napitupulu

KPH se-Lampung mempromosikan hasil hutan bukan kayu.

Masyarakat yang tergabung dalam 17 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) mempromosikan hasil hutan bukan kayu yang menjadi andalan Provinsi Lampung di stan Festival Wisata Hutan 2023.

Mulai dari madu, bambu, gaharu, aren, rotan, tanaman hias, binahong, dan damar.

Baca Juga: Petani Hutan Desa Banjaran Sejahtera Berkat Agroforestri

Beberapa hasil perkebunan agroforestri juga dipamerkan seperti kopi, asam jawa, jenitri, lengkuas, kakao, pinang, kapulaga, melinjo, pala, petai, durian, alpukat siger, dan minyak kelapa.

Ada juga KPH yang menawarkan wisata petualangan di hutan seperti KPH Kotaagung dan KPH Pesawaran.

Berikut 17 KPH se-Provinsi Lampung yang mempromosikan hasil hutan bukan kayu dan paket wisata khusus di Festival Wisata Hutan 2023.

  1. KPH Way Pisang – Gunung Rajabasa
  2. KPH Tahura WAR
  3. KPH Pesawaran
  4. KPH Batu Serampok
  5. KPH Gedong Wani
  6. KPH Way Waya
  7. KPH Tangkit Tebak
  8. KPH Way Terusan
  9. KPH Pesisir Barat
  10. KPH Liwa
  11. KPH Sungai Buaya
  12. KPH Batu Tegi
  13. KPH Muara Dua
  14. KPH Pematang Neba
  15. KPH Kotaagung Utara
  16. KPH Gunung Balak
  17. KPH Bukit Punggur.

Festival Wisata Hutan Provinsi Lampung 2023 juga diikuti DWP Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, DWP UPT KLHK TNWK (Taman Nasional Way Kambas), dan BPDASHL Way Seputih – Way Sekampung.

Baca Juga: Pesona Rhino Camp dan Pemerihan di TNBBS