Festival Wisata Hutan Lampung di UPTD KPH Tahura Wan Abdul Rachman, Sumber Agung, Bandar Lampung, merupakan yang kali kedua digelar sejak tahun 2022 lalu.
Yanyan menyampaikan tujuan kegiatan festival tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu sebagai sarana promosi dan edukasi wisata hutan.
“Masih banyak yang belum tahu ada potensi wisata dalam kawasan hutan yang memungkinkan untuk dikelola. Kemudian edukasi baik kepada pengelolanya maupun wisatawannya,” kata dia.
Baca Juga: Kadishut Lampung Yanyan Ruchyansyah Nikmati Wisata Berkualitas di Desa Batu Raja Pesawaran
Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mendorong para pelaku usaha dan pengunjung untuk mengelola dengan bijak pemanfaatan hutan sebagai objek wisata.
“Wisata hutan menjual keindahan alam, dan keindahannya tidak boleh rusak gara-gara dimanfaatkan. Menikmati kawasan hutan itu ada caranya tersendiri. Berbeda dengan wisata massal dalam kota,” jelas Yanyan.
Wisata kota memberikan kemudahan bagi wisatawan lewat sejumlah fasilitas dan aksesibilitas. Berbeda halnya dengan wisata hutan yang menawarkan petualangan.
Aksesibilitas yang sulit itu bukan untuk dikeluhkan, tetapi menjadi salah satu daya tarik yang justru harus dijual dan diangkat. Ini adalah wisata petualangan. Pemahaman itu yang harus terus disampaikan,” kata Yanyan.
Dia menilai sejauh ini pemahaman masyarakat sudah cukup baik terkait pemanfaatan kawasan hutan. Bahkan Festival Wisata Hutan Lampung juga mulai dilirik sejumlah wisatawan.
“Yang jelas, tahun lalu sudah ada penikmat wisata yang datang. Dan berdasarkan testimoni pelaku wisata, sudah ada yang terjual dan lumayan cukup tinggi,” ujar Yanyan.
















