Mangga Gedong Gincu: Ikon Majalengka Bernilai Ekonomi Tinggi

Mangga Gedong Gincu Ikon Majalengka
Ilustrasi: OpiniMahe: Mangga Gedong Gincu: Ikon Majalengka Bernilai Ekonomi Tinggi. (Sumber Foto: Dok. WANI).

WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Mangga Gedong Gincu: Ikon Majalengka Bernilai Ekonomi Tinggi.

 

Mangga Gedong Gincu: Ikon Majalengka Bernilai Ekonomi Tinggi
Oleh: Mahendra Utama*

 

Pak Saib asal Majalengka membawa sekarton Mangga Gedong Gincu untuk pegiat lantai 4 Gatsu. “Kami bangga membawa mangga kebanggaan Majalengka; buah segar ini bukan sekadar oleh-oleh, tetapi simbol budaya dan peluang ekonomi,” ujarnya.

Ikon Sejarah

Mangga Gedong Gincu lekat dengan Majalengka. Pohon “Gedong Indung” di halaman Pendopo Bupati diperkirakan berusia lebih dari 160 tahun, ditanam RAA Sura Adi Ningrat (1863–1883). Tunasnya diokulasi untuk memperbanyak varietas yang resmi menjadi varietas lokal sejak 1995.

Karakter Unggul

Buahnya besar dan agak pipih, kulit merah kekuningan, daging tebal, lembut, sedikit berserat, aroma sedang, dan rasa manis. Ukuran 300–350 gram membuatnya diminati pasar domestik dan berpeluang ekspor.

Produksi dan Pasar

Produksi Majalengka rata-rata 40 ribu ton per tahun, di bawah Indramayu (120 ribu ton) dan Sumedang (80 ribu ton). Harga kualitas super mencapai Rp21.000/kg; kualitas II sekitar Rp15.000/kg; eceran mulai Rp20.000/kg. Pemerintah mendorong penanaman rumah tangga dan tambahan lahan 34 hektare.

Peluang Ekspor

Dalam teori keunggulan kompetitif, identitas daerah, mutu, dan distribusi menjadi sumber daya bersaing. Jawa Barat menyiapkan ekspor ke Jepang dengan standar bebas lalat buah; mangga Cirebon termasuk Gedong Gincu telah menembus Timur Tengah.

Menurut saya, “dengan cerita budaya dan mutu, Gedong Gincu bukan hanya oleh-oleh, melainkan komoditas bernilai tambah”. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Eksponen 98.