Perpaduan ini, menghadirkan nuansa tersendiri. Bagi dirinya saat menyantap Jagung Bakar yang fresh from the oven dari pejualnya.
“Karena lagi bosen dirumah terus, makanya asik sesekali hiburan makan jagung bakar dipinggir jalan. Suasana pemandangan sawah dan semilir angin bikin suasana hati gak bosen dan menambah suasana semakin rileks,” pungkasnya.
Sementara itu, di tempat dan waktu yang bersamaan. Seorang pembeli lainnya, yaitu, Saiful Bahri mengatakan, bisa dibilang lumayan sering mampir ke tempat ini. Karena memang hobi menikmati kudapan jagung bakar.
“Saya barusan dari Gadingrejo, kebetulan ada acara tempat kawan. Terus ini mau ke Pringsewu, Ini terus lihat jagung bakar kemudian mampir sejenak pingin beli. Karena Saya hobi makan jagung bakar,” ujarnya, yang merupakan warga Tambah Rejo Kecamatan Gadingrejo ini.
Saiful Bahri kemudian melanjutkan, dirinya bisa dibilang lumayan sering menikmati jagung bakar disini. Suasana ditempat ini enak dan saat-saat menjelang senja hari udaranya segar, sangat cocok waktunya menikmati jagung bakar.
“Saya ini sudah sering kesini. Kalo misalnya dari mana-mana itu sering mampir kesini. Tempatnya enak, udaranya seger. Jadi makan jagung bakar kayaknya enak,” imbuhnya, yang berprofesi sebagai wiraswasta ini.
Para penikmat jagung bakar di areal sini, kata Saiful Bahri, melanjutkan. Bisa memilih sesuai selera rasa apa yang disukai. Dirinya saat menyantap jagung bakar sangat menyukai yang pedas sebagai pilihan favoritnya.
“Saya rasa dimana-mana sama aja kok rasanya jagung bakar itu. Tinggal selera aja, ada pilihan aneka rasa, ada yang pedes, ada yang manis dan lainnya. Kalo Saya senengnya rasa yang pedes,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang jagung bakar yakni Sumono. Mengatakan Ia sudah menekuni jualan jagung bakar selama 11 tahun. Sebelumnya menurut ceritanya, ia bekerja sebagai pembuat genteng di daerah Bulok Karto.
“Saya sudah jualan jagung bakar disini selama 11 tahunan. Mulai bukanya sekitar jam 16.30 dan tutup sekira jam 21.00 WIB. “Setiap hari bukanya, namun jika cuaca hujan ya gak jualan,” ujarnya, yang merupakan warga Desa Panjer Rejo, Kecamatan Gadingrejo ini.
Lebih lanjut Sumono menceritakan, jualan jagung bakar yang ditekuninya saat ini. Untuk menopang perekonomian keluarganya. Penghasilannya tidak menentu. Namun bisa dibilang lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Kalo pendapatan gak mesti tidak bisa ditentukan, tetapi ya lumayanlah,” tuturnya.
Menurut Sumono, dirinya dan beberapa pedagang jagung bakar lainnya merupakan perintis jualan jagung bakar di sini. Hanya 6 orang yang sehari-hari jualan jagung bakar disini.
Aneka rasa jagung bakar, yang dijual diantaranya ada rasa manis, rasa pedas dan rasa pedas manis. Menurutnya, didagangannya, pembeli banyak yang lebih menyukai rasa pedas manis.
Kemudian Ia mengungkapkan tentang suka dukanya sebagai penjual jagung bakar. Momen tahun baru dan hari raya biasanya merupakan pendapatan tertinggi bagi para penjual jagung bakar.
“Tapi di dua tahunan terakhir ini, karena pandemi covid 19 itu gak terjadi. Karena adanya larangan berjualan dan pembatasan masyarakat yang bisa menciptakan kerumunan,” imbuhnya.
Diakhir perbincangannya Sumono mengungkapkan tentang harapan ke depannya. Semoga kedepannya jualannya semakin laris dan pengunjung disini semakin ramai dan tidak ada lagi Covid 19 dan pelarangan jualan dari Satpol PP.
“Harapannya semoga kedepannya jualan jagung bakarnya makin laris dan maju, dan pengunjung disini semakin ramai, juga pandemi segera selesai,” tutupnya.















