WartaNiaga.ID – Artikel opini edisi kali ini membedah tentang Kandungan Gizi sayuran Edamame dan Okra yang di produksi PT Mitratani Dua Tujuh.
Edamame dan Okra Mitratani: Rahasia Gizi Super Indonesia?
Oleh: Mahendra Utama*
Dalam era di mana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda nasional, PT Mitratani Dua Tujuh (PT MDT) BUMN Pangan yang telah berusia 31 tahun, muncul sebagai pemasok potensial edamame dan okra berkualitas.
Berbasis di Jember, perusahaan ini telah menembus pasar global dengan brand Hygreen, menekankan protein tinggi edamame yang mencapai 11,5 gram per 100 gram lebih unggul dari kedelai biasa.
Namun, di balik potensi ini, pertanyaan krusial muncul: Apakah edamame dan okra Mitratani benar-benar baik untuk kesehatan? Dan mengapa pemerintah Prabowo Subianto harus memberikan dukungan konkrit melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Danantara?
Tanpa intervensi ini, Mitratani sulit berkembang maksimal, padahal kontribusinya vital untuk gizi nasional.
Kandungan Gizi Edamame dan Okra: Nutrisi Lokal, Manfaat Global
Edamame dan okra produksi Mitratani kaya akan nutrisi esensial, menjadikannya pilihan ideal untuk diet sehat. Berdasarkan data resmi dari USDA FoodData Central, 100 gram edamame mengandung sekitar 11-18 gram protein, 5-8 gram serat, serta vitamin K (hampir 50% kebutuhan harian), folat (78% DV), dan mineral seperti besi, magnesium, dan mangan.
Protein nabati ini lengkap, mengandung semua asam amino esensial, membuatnya setara dengan sumber hewani tanpa kolesterol. Sementara itu, okra per 100 gram menyediakan 3 gram serat, 23 mg vitamin C (35% DV), folat, dan mineral seperti kalsium serta potasium.
Kandungan antioksidan seperti polifenol di okra membantu melawan inflamasi, sementara seratnya mendukung pencernaan.
Produk Mitratani, yang diekspor ke Jepang, AS, Eropa dan Timur Tengah telah memenuhi standar kualitas tinggi, termasuk rendah pestisida. Secara keseluruhan, keduanya baik untuk kesehatan tubuh: edamame mendukung pembentukan otot dan imunitas, sementara okra membantu mengontrol gula darah dan kesehatan jantung.
Namun, tanpa data spesifik varietas Mitratani, kita mengasumsikan mirip dengan standar global—sebuah celah yang perlu diisi riset lokal.
Bukti Ilmiah: Uji Klinis Modern dan Keunggulan Gizi
Keunggulan gizi edamame dan okra telah didukung uji klinis modern. Untuk edamame, meta-analisis 38 uji klinis menunjukkan konsumsi protein kedelai (termasuk edamame) menurunkan kolesterol LDL hingga 3-6%, mengurangi risiko penyakit jantung.
Studi lain menemukan isoflavon edamame mengurangi risiko kanker payudara hingga 3% per 10 mg dosis harian, serta osteoporosis pada wanita menopause.
Sementara okra, meta-analisis RCT pada penderita diabetes tipe 2 menunjukkan penurunan glukosa puasa (FBG) dan HbA1c signifikan, dengan dosis hingga 3.000 mg/hari. Efek anti-diabetes ini berasal dari serat larut yang memperlambat penyerapan gula.
Meski demikian, analisis kritis: Uji klinis ini mayoritas dilakukan di luar Indonesia, dengan subjek Barat atau Asia Timur. Di Indonesia, di mana malnutrisi dan diabetes tinggi, edamame-okra Mitratani bisa jadi solusi, tapi butuh uji klinis lokal untuk konfirmasi. Tanpa itu, klaim “kaya protein” Mitratani berisiko jadi sekadar pemasaran.
Teori Gizi: Protein Nabati dan Serat sebagai Fondasi Kesehatan
Teori gizi modern menekankan protein nabati plus serat sebagai kunci metabolisme sehat. Menurut teori “plant-based protein metabolism”, serat dalam edamame dan okra memodulasi pencernaan protein, mengurangi fermentasi proteolitik di usus yang menghasilkan metabolit berbahaya.
Ini mendukung mikrobiota gut sehat, mengurangi inflamasi, dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Serat larut (seperti pektin di okra) menurunkan kolesterol, sementara protein lengkap edamame mendukung sintesis hormon dan imunitas.
Pakar gizi seperti Emma Newell, RD dari NourishRX, mengatakan: “Edamame adalah sumber protein lengkap yang mendukung pertumbuhan otot dan kesehatan jantung, dengan serat yang membantu pencernaan.”
Sementara Natalie Rizzo, RD, menambahkan: “Okra kaya serat dan vitamin C, mendukung imunitas dan pengendalian gula darah.” Kutipan ini memperkuat argumen: Kombinasi protein-serat ini lebih unggul daripada protein hewani, yang sering tinggi lemak jenuh.
Perbandingan Global: Edamame-Okra sebagai Kebutuhan Nasional
Di Jepang, edamame adalah makanan pokok, dikonsumsi sebagai camilan sehat dengan impor tahunan 70.000 ton mayoritas dari China dan Thailand. Pemerintah Jepang mendukung melalui subsidi pertanian, menjadikannya bagian diet rendah kanker.
Okra umum di India dan Afrika, di mana menjadi staple untuk pengendalian diabetes; India memproduksi jutaan ton dengan dukungan pemerintah untuk petani kecil.
Bandingkan dengan dukungan BUMN: Di China, SOE agrikultur seperti yang di bawah Kementerian Pertanian mendapat subsidi masif, termasuk pinjaman murah dan investasi infrastruktur, menghasilkan ekspor global.
Jepang subsidi 41% pendapatan petani, sementara AS berikan miliaran dolar untuk pertanian berkelanjutan. Indonesia? Mitratani bergantung ekspor, tapi tanpa dukungan lebih, kontribusi domestik terbatas.
Insight untuk Presiden Prabowo: Dukung Mitratani untuk Gizi Nasional
Presiden Prabowo harus memberikan dukungan konkrit melalui Kementan dan Danantara: Alokasikan subsidi riset varietas unggul, infrastruktur pengolahan, dan integrasi ke MBG. PT Mitratani Dua Tujuh (PT MDT), berusia 31 tahun, bisa suplai edamame-okra untuk sekolah dan program gizi, mengurangi stunting.
Tanpa bantuan ini, perusahaan sulit ekspansi, terhambat kompetisi global. Bandingkan dengan China: SOE mereka tumbuh karena dukungan pemerintah, kontribusi 40% aset perbankan. Indonesia bisa tiru: Jadikan Mitratani model BUMN hijau, dorong gizi nasional dan ekspor. (*)
*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan asal Lampung, TPP Gubernur Lampung Bidang Perindag sejak Desember 2025, Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis sejak Juli 2020, Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh sejak Juli 2023 – Desember 2025.
















