Berikut ulasan singkat mengenai dua kawasan Geoheritage Potensial di Kabupaten Lampung Barat :
1. Kaldera Suoh
Kaldera Suoh merupakan kaldera aktif yang setiap saat dapat terjadi erupsi. Keberadaannya sebagai kantong (enclave) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang berada di sebuah dataran tinggi yang cukup luas (16×8 km). Dari ketinggian di Lembah Suoh telihat adanya belasan lubang berbentuk kolam, baik besar maupun kecil, mengeluarkan gelembung air yang sedang mendidih (solfatara) sambil mengeluarkan bunyi letupan-letupan kecil serta uap yang membumbung ke udara.
Akitivitas vulkanisme di wilayah Suoh tersebut dipengaruhi oleh aktivitas tektonik, karena kaldera Suoh berada di jalur sesar aktif Segmen Semangko, Blok Lampung. Awalnya aktivitas tektonik tersebut menyebabkan terjadinya depresi membentuk cekungan tempat munculnya aktivitas vulkanisme. Waktu terus berlanjut aktivitas vulkanisme tersebut telah membentuk kaldera dan di dalamnya telah terbentuk beberapa danau kawah, maar, kubah lava, dan yang unit munculnya istilah lantai keramikan. Fenomena tersebut merupakan hamparan batuan yang mengeras dan mengerak seperti keramik serta tersebut cukup luas.
Baca Juga : Kebun Jeruk Wisata Alam Segar Sari
Nama Semangko pernah digunakan sebagai sebutan sesar besar yang memanjang dari Banda Aceh sampai Teluk Semangka di Lampung. Namun, saat ini penamaan Sesar Semangko berubah menjadi Sesar Besar Sematra dan Sesar Semangko menjadi salah satu segmen dari Sesar Besar Sumatra tersebut yang memanjang dari Danau Ranau sampai Teluk Semangka. Penamaan ini pertama kali diutarakan oleh Van Bemmelem (1949), ketika puncak geantiklin yang berada di wilayah Lampung terdapat suatu depresi yang disebut sebagai Semangko Rift Zone menjadi sayatan tipenya yang berada di lembah Semangko di propinsi Lampung.
















