Ekspansi dan Target Ambisius
Pada Desember 2025, MTDT melakukan ekspor perdana 80 ton okra ke Yunani, membuka gerbang pasar Eropa.
Perusahaan menargetkan peningkatan volume ekspor okra hingga 1.000 ton pada 2026.
Dari total produksi MDT, 80% ditujukan untuk ekspor, sementara 20% untuk pasar domestik dalam bentuk produk beku merek Hygreen.
Peluang dan Tantangan ke Depan
Momen 2026 menjadi sangat strategis. Pasar internasional agresif mencari pasokan baru akibat gejolak rantai pasok global dan fenomena iklim ekstrem yang mengganggu produksi di negara lain. Indonesia, dengan iklim tropisnya, memiliki peluang emas untuk menjadi pemasok andal.
Namun, beberapa tantangan harus diatasi:
1. Infrastruktur Pascapanen: Teknologi pembekuan cepat (quick freezing) dan rantai dingin (cold chain) yang mumpuni mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas selama distribusi internasional.
2. Peningkatan Produktivitas: Riset untuk varietas unggul dan teknologi budidaya efisien perlu didorong agar bisa memenuhi permintaan dalam skala besar tanpa mengorbankan kualitas.
3. Hilirisasi dan Branding: Indonesia perlu bergerak dari sekadar pengekspor bahan mentah atau beku.
Pengembangan produk olahan dan branding kuat sebagai produk “Tropical Premium” akan mendongkrak nilai tambah secara signifikan.
Langkah Strategis untuk “Emas Hijau” Masa Depan
Agar potensi ini tidak mentah, diperlukan aksi kolektif dan strategis:
- Dukungan Kebijakan yang Spesifik: Pemerintah dapat mendorong penyediaan data yang lebih akurat, misalnya dengan memisahkan kode HS (Harmonized System) khusus untuk edamame dan okra. Ini akan memudahkan analisis pasar dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
- Kolaborasi Swasta-Pemerintah: Investasi dalam infrastruktur logistik dingin dan fasilitas pengolahan di sentra produksi memerlukan insentif dan kemitraan publik-swasta.
- Diversifikasi Pasar dan Produk: Selain memperdalam pasar Jepang, perluasan ke negara-negara Eropa, Timur Tengah, dan Asia lainnya harus digencarkan. Eksplorasi produk olahan seperti edamame siap santap atau okra kering asal Indonesia dapat membuka segmen pasar baru.
Dengan fokus pada kualitas, keberlanjutan, dan konsistensi, edamame dan okra bukan sekadar komoditas niche, tetapi bukti nyata bahwa pertanian bernilai tinggi Indonesia mampu memenangkan persaingan global.
*Penulis: Mahendra Utama, TPPP Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan.
















