WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang mengulas tentang: CBG Limbah Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional.
CBG Limbah Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Oleh: Mahendra Utama*
Delapan Klaster Biometana, Satu Tujuan Strategis
Pengembangan fasilitas CBG dari limbah sawit bukan sekadar proyek lingkungan. Ia adalah bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan impor bahan bakar fosil.
PT Pertagas Niaga akan menjadi penyerap CBG selama 15 tahun melalui perjanjian jual beli jangka panjang dengan reNIKOLA Primer Energi.
Delapan klaster fasilitas yang dibangun di sekitar wilayah operasional perkebunan menjadi tulang punggung pasokan energi terbarukan bagi sektor industri.
Mengurangi Ketergantungan pada LNG Impor
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menilai pengembangan CBG berbasis POME dapat menjadi salah satu solusi paling efektif untuk menekan emisi metana sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gas alam cair (LNG).
Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit dengan potensi limbah cair mencapai sekitar 130 juta meter kubik per tahun.
Emisi dari limbah sawit diperkirakan mencapai 20 juta ton CO2e per tahun, dan hampir 90 persen di antaranya dapat diselesaikan melalui utilisasi menjadi sumber energi baru.
Infrastruktur Gas yang Sudah Tersedia
Untuk mendukung distribusi, PTGN merencanakan pengembangan stasiun injeksi biometana di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Fasilitas ini dirancang menghubungkan pasokan CBG dari pabrik kelapa sawit dan menginjeksikannya ke jaringan distribusi gas yang telah tersedia.
Direktur Utama PTGN, Toto Yulianto, menegaskan bahwa pemanfaatan jaringan gas tersebut dapat memperluas akses konsumen industri terhadap energi rendah karbon sekaligus mengoptimalkan infrastruktur yang sudah beroperasi.
“Melalui kolaborasi ini, kami menciptakan jalur bagi biometana untuk diintegrasikan ke dalam jaringan gas yang ada,” katanya.
Jalan Menuju Net Zero Emission
Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menegaskan bahwa pengembangan delapan fasilitas CBG merupakan bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan dan sejalan dengan target Nol Emisi Karbon nasional.
Langkah ini juga mendukung target bauran energi baru terbarukan sebesar 44–48 persen pada 2030 serta pencapaian Net Zero Emissions 2060.
Dengan memanfaatkan limbah yang selama ini menjadi persoalan, Indonesia tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga membangun fondasi energi masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.
















