Zaki Senafal Genggam Nasib Pangan Lampung: Restrukturisasi atau Mati Suri?

Zaki Senafal
Ilustrasi Zaki Senafal Genggam Nasib Pangan Lampung: Restrukturisasi atau Mati Suri? (Sumber Foto: Ist).

WartaNiaga.ID – Pasca dilantik sebagai Direktur Utama PT Wahana Raharja, Zaki Senafal Genggam Nasib Pangan Lampung: Restrukturisasi atau Mati Suri?

PT Wahana Raharja sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Bayangkan, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar ini sempat tercatat hanya menyetor laba di kisaran Rp14 juta.

Angka yang terasa ironis, lebih mirip profit toko kelontong daripada sebuah korporasi strategis milik provinsi.

Kini, di bawah komando Asep Muzaki, atau yang akrab disapa Zaki Senafal, BUMD Lampung ini dipaksa melakukan “operasi jantung” melalui restrukturisasi total.

Dilantik oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal pada Oktober 2025, Zaki memikul beban sejarah: mengubah citra Wahana Raharja dari beban APBD menjadi garda terdepan kedaulatan pangan.

Strategi Hilirisasi: Bukan Sekadar Jualan

Visi yang ditancapkan Zaki cukup lugas: Hilirisasi. Ia tak ingin perusahaan ini sekadar jadi penonton di tengah fluktuasi harga.

Dengan mengoptimalkan aset mesin pengolahan padi untuk memproduksi beras medium, Wahana Raharja mencoba masuk ke jantung persoalan logistik.

Secara teoritis, langkah ini mengadopsi konsep Value Chain (Rantai Nilai) Michael Porter. Keberhasilan BUMD tak lagi bisa diukur hanya dengan kacamata kuda bernama laba bersih.

Indikator utamanya adalah sejauh mana perusahaan mampu mengintegrasikan rantai pasok dari keringat petani di hulu hingga ke meja makan masyarakat di hilir. Seperti yang sering ditegaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas),

BUMD harus menjadi instrumen paling lincah dalam mengintervensi pasar saat inflasi mulai mencekik.

Kolaborasi: Kunci Menghindari “Mati Suri”

Namun, Zaki bukan pesulap. Transformasi ini mustahil berjalan secara organik tanpa “bensin” politik dan kebijakan. Kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai pemegang saham adalah harga mati.

Dukungan regulasi, seperti penjaminan pembelian hasil tani (offtaker) dan akses permodalan bagi petani mitra, harus segera dieksekusi agar restrukturisasi ini tidak berhenti sebagai lips service belaka.

Kita patut memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur dan jajaran direksi baru atas keberanian membongkar pola lama yang karatan. Langkah berbenah ini adalah napas segar bagi ketahanan pangan daerah.

Jika Zaki berhasil, Wahana Raharja akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang tangguh. Namun jika sinergi ini melonggar, kita mungkin hanya sedang menyaksikan BUMD yang kembali bersiap untuk mati suri. (*)

 

*Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan