Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Catat Rekor Tertinggi

Wartaniaga.id
Presiden Jokowi pada pelepasan ekspor Fortuner perdana ke Australia, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (15/2). Foto: Arsip Sekretariat Kabinet

Meskipun surplus neraca perdagangan Indonesia terus berlanjut, pemerintah akan tetap waspada dan terus responsif dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul.

Seperti melambatnya laju pemulihan ekonomi Zona Euro akibat perang Rusia- Ukraina, serta penerapan lockdown yang baru saja diterapkan kembali di Tiongkok. Kondisi ini diperkirakan berpengaruh pada performa ekspor ke depan.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas energi dan bahan pangan juga berpotensi mendorong inflasi global.

Harga minyak mentah tercatat terus meningkat, di mana per Maret 2022 naik sebesar 18,58 persen (mtm).

Di saat yang sama, beberapa harga bahan pangan global juga mengalami peningkatan, seperti harga kedelai yang naik 8,91 persen (mtm) dan harga gandum dengan peningkatan sebesar 24,53 persen (mtm).

Baca Juga : Bea Cukai Tingkatkan Pelayanan Atas Impor  

Airlangga mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Nasional dalam menjaga stabilitas inflasi dengan menerapkan strategi 4K.

Yaitu strategi menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif

Hal ini untuk memitigasi dampak transmisi kenaikan harga komoditas global ke domestik yang dikhawatirkan memengaruhi surplus neraca perdagangan Indonesia.