WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Sinyal Hilang di Rel, Kenyamanan Kereta Api Lampung-Palembang Terkendala.
Sinyal Hilang di Rel, Kenyamanan Kereta Api Lampung-Palembang Terkendala
Oleh: Mahendra Utama*
Perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Tanjungkarang menuju Kertapati menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan travel bus.
Meski biaya terjangkau tiket KA Rajabasa hanya Rp32.000 untuk jarak 388 kilometer keluhan blankspot justru kerap menghantui pengguna gadget sepanjang perjalanan.
Konektivitas Digital: Urgensi Baru Transportasi Modern
Transportasi publik saat ini tak lagi sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga harus memberikan kenyamanan dan kemudahan akses informasi bagi penggunanya.
Penelitian IEEE tahun 2025 menegaskan bahwa pengalaman penumpang menjadi faktor terkuat dalam transformasi digital transportasi kereta api, diikuti oleh sistem informasi real-time dan infrastruktur teknologi.
Sayangnya, jalur kereta Tanjungkarang-Kertapati masih menjadi “zona bisu” bagi pengguna Telkomsel, Indosat, maupun XL.
Berbeda dengan perjalanan travel melalui tol Kotabaru ke Kramasan yang jarang menemui titik buta sinyal.
Akibatnya, komunikasi dan pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan selama perjalanan menjadi terganggu, apalagi jika harus mengikuti Zoom meeting.
Perlunya Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah melalui Kemkomdigi telah mendorong operator seluler memperluas jangkauan 4G dan 5G hingga pelosok melalui lelang frekuensi 700 MHz yang memiliki daya tembus kuat.
Momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan konsumen di jalur kereta api.
Kolaborasi strategis antara operator seluler dan PT KAI sangat dinantikan. Misalnya, pemasangan BTS bersama di setiap stasiun atau sepanjang lintasan kereta.
Konsep Multimodal Digital Mobility Services (MDMS) menekankan pentingnya integrasi sistem informasi yang menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu platform.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya seleksi pengguna pita frekuensi sebagai kunci pemerataan akses digital.
Sudah saatnya para operator dan PT KAI mendengar keluhan konsumen dan mewujudkan perjalanan kereta yang produktif tanpa gangguan sinyal. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.















