Reforest Camp Bersama Setapak Adventure di Dusun Wonorejo

Reforest Camp Bersama Setapak Adventure di Dusun Wonorejo
Kadis Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah (kiri), bersama Setapak Adventure, Kelompok Tani Hutan, dan komunitas pecinta alam menggelar Reforest Camp di Dusun Wonorejo, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Punduh Pidada, Pesawaran, Sabtu (30/12). Foto: Yopie Pangkey

WartaNiaga – Kelompok Tani Hutan (KTH) se-Pesawaran mengikuti Reforest Camp bersama Setapak Adventure di Dusun Wonorejo, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Punduh Pidada.

Reforest Camp bersama Setapak Adventure ini juga diikuti berbagai komunitas dari berbagai daerah di Lampung.

“Ini adalah Reforest Camp kelima yang kami adakan setiap empat bulan sekali,” kata Ketua Setapak Adventure, Adi, di Dusun Wonorejo, Sabtu, 30 Desember 2022, lalu.

Baca Juga: Berselancar dengan Kayak di Teluk Ratai Pesawaran

Adi menyampaikan Reforest Camp kali ini bertepatan dengan pergantian tahun 2022-2023

“Jumlah pesertanya lebih dari seratus orang. Berasal dari Bandar Lampung, Metro, Tanggamus, Lampung Timur, dan bahkan ada yang dari Jakarta,” ujar dia.

Setapak Adventure menggelar Reforest Camp dengan menanam bibit pohon berbagai jenis sebanyak 2.000 batang.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Way Seputih – Way Sekampung (BPDASHL WSS), Idi Bantara.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pesawaran, Iskandar; Kepala KPH Pesisir Barat, Dadang Trianahadi; dan mahasiswa KKN ITERA di Desa Bangun Rejo.

Reforest Camp berlangsung di wilayah KTH Sido Makmur dengan luas mencapai 251Ha dan mencakup 135 KK.

KTH Sido Makmur ini telah lolos vertek HKm pada tanggal 16 Oktober 2022 lalu.

“Acara ini bertema Selamatkan Gunung Tanggang. Kami bersama KTH dan komunitas ingin menyelamatkan hutan yang masih ada,” kata Adi.

Dia menjelaskan penanaman 2.000 bibit pohon sebagai batas tanaman antara lahan yang sudah digarap dengan hutan yang masih tersisa.

“Selain menjadi pengingat bagi masyarakat, sekaligus edukasi kepada anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas untuk menjaga dan melestarikan hutan,” pungkas Adi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah mengatakan, mengatakan Dusun Wonorejo, Desa Bangun Rejo, memiliki wisata andalan Bukit Terbill dengan daya tarik pemandangan alam yang indah.

“Agar jualan wisata ini laku, jangan rusak keindahan itu. Buat lebih bagus lagi, buat airnya lebih deras lagi, buat udaranya lebih segar lagi,” ujar dia dalam sambutannya.

“Semua itu bisa diperoleh dengan melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya,” lanjut Yanyan.

Selain itu, kata dia, untuk mendukung wisata perlu juga dibangkitkan ekonomi kreatif.

“Bisa oleh-oleh berupa makanan atau kerajinan. Dan jangan lupa bangkitkan kesenian desa,” kata dia.

Yanyan berpesan agar Reforest Camp bersama Setapak Adventure tidak hanya sekedar seremonial menanam pohon.

“Tanaman kayu-kayuan yang ditanam bisa menjadi tanda di wilayah sabuk. Dan tanaman Multi Purpose Tree Species yang ditanam bisa tumbuh baik dan bisa dipanen getahnya, daunnya, atau buahnya,” tutup dia.

Kepala BPDASHL WSS, Idi Bantara, menambahkan semangat menanam pohon harus diiringi semangat untuk memelihara alam.

“Kawan-kawan Bangun Rejo kalau semangatnya hanya menanam lalu tidak memelihara, itu tidak akan menghasilkan,” kata Idi.

Prinsip menanam itu, jelas dia, adalah tanam, pelihara, berdoa, dan rezeki akan mengikuti.

“Seperti kata Pak Kadis, semangatnya adalah memanen. Kawan-kawan bisa memanen jenis yang diminati pasar. Seperti pete, jengkol, alpukat, cengkeh, kapulaga,” ujar dia.

Idi mengajak masyarakat untuk membangun jaringan yang kuat untuk pemasaran hasil hutan dengan memanfaatkan media sosial.

“Untuk pemasaran, saya yakin kawan-kawan petani sudah punya ponsel. Mau menjual tinggal foto, lalu sebar di grup WA, Instagram, Facebook. Itu bisa menjadi warung kita,” kata dia.

Penulis: Yopie Pangkey