Melalui upaya asistensi secara proaktif dan berkelanjutan, Bea Cukai melakukan program Klinik Ekspor di seluruh Indonesia. Program ini berhasil mengelola UMKM binaan hingga 3.998 perusahaan yang mana 836 perusahaan telah berhasil melakukan ekspor.
Bea Cukai juga menunjukkan kinerja pengawasan dalam melindungi masyarakat dan mendukung ekonomi, yaitu total penindakan cukai hasil tembakau (HT) ilegal yang mencapai 22.042 penindakan dengan barang hasil penindakan (BHP) sejumlah 892,2 juta batang.
Penindakan narkotika, prekusor, dan psikotropika (NPP) sebanyak 821 penindakan dengan BHP sejumlah 5.531,5 kg, serta penindakan lainnya berupa MMEA, hasil tembakau lainnya, hewan, minerba, kayu, dan tekstil yang memberikan dukungan ekonomi.
Baca Juga: Kinerja Operasional Pertamina NRE Naik Signifikan di Tahun 2023
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar mengungkapkan, bahwa capaian kinerja yang diraih Bea Cukai merupakan implementasi program reformasi kepabeanan dan cukai (PRKC) berkelanjutan dan dukungan positif masyarakat kepada Bea Cukai.
Lanjutnya, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai terus berupaya memperbaiki layanan yang diberikan, termasuk untuk menjawab berbagai keluhan dari pengguna jasa dan masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan masyarakat dan pengguna jasa yang telah berkontribusi dalam pencapaian kinerja Bea Cukai,” ungkap Encep Dudi Ginanjar.
















