Menghidupkan Bandara Radin Inten II Melalui Ekspansi Rute dan Sinergi

Menghidupkan Bandara Radin Inten II
Ilustrasi: OpiniMahe: Menghidupkan Bandara Radin Inten II Melalui Ekspansi Rute dan Sinergi. (Sumber Foto: Dok. WANI).

WartaNiaga.IDSimak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Menghidupkan Bandara Radin Inten II Melalui Ekspansi Rute dan Sinergi.

 

Menghidupkan Bandara Radin Inten II Melalui Ekspansi Rute dan Sinergi
Oleh: Mahendra Utama*

 

Rencana pembukaan rute baru dari Bandara Radin Inten II menuju Bandung dan Kuala Lumpur membawa angin segar bagi akselerasi pembangunan Lampung.

Pembukaan gerbang internasional ini menjadi momentum krusial yang menuntut respons strategis dan taktis dari para pemangku kebijakan daerah.

Hadirnya rute-rute baru ini diproyeksikan memberi dampak pengganda (multiplier effect) yang nyata.

Di sektor pariwisata dan pendidikan, akses langsung dari luar daerah dan luar negeri akan mempermudah mobilitas wisatawan serta pelajar menuju pusat unggulan Lampung, mulai dari kawasan konservasi Way Kambas hingga ombak kelas dunia di Krui.

Sementara di sektor perdagangan, pintu ekspor bagi komoditas unggulan dan produk UMKM lokal kini terbuka lebar untuk merambah pasar kawasan ASEAN secara lebih cepat dan efisien.

Namun, keberadaan sarana fisik tidak secara otomatis menjamin keberhasilan. Sebagaimana ditegaskan ekonom Edward Glaeser dalam Triumph of the City, infrastruktur fisik hanyalah wadah pasif yang baru berdampak optimal jika didukung oleh kapasitas sumber daya manusia dan interaksi antarwilayah yang dinamis.

Bandara Radin Inten II hanyalah pintu masuk; daya pikat utamanya tetap bergantung pada kesiapan ekosistem lokal di luarnya.

Keberlanjutan rute penerbangan ini sangat bergantung pada sinergisitas antara pengelola bandara dan pemerintah daerah.

Guna memastikan penerbangan tidak sepi penumpang, Angkasa Pura dan Pemprov Lampung harus mengambil langkah konkret.

Pertama, memberikan skema insentif berupa potongan landing fee untuk menarik maskapai membuka rute pionir.

Kedua, membangun integrasi moda transportasi darat yang terhubung langsung dari bandara menuju pusat kota dan destinasi wisata.

Terakhir, pemerintah daerah wajib menggalakkan agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) secara berkala demi menjaga keterisian penumpang (load factor) tetap stabil sepanjang tahun. (*)
——————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.