“Edamame bisa menjadi prospek produk pertanian yang menjanjikan di Sumatera Utara. Karena didukung oleh kondisi iklim yang sesuai dan telah diekspor. Hingga bisa menghasilkan pendapatan mencapai tiga ratus juta rupiah per hektar,” ungkap Tumbas.
Sementara itu, Region Head PTPN I Regional 1 Didiek Prasetyo menyampaikan, bahwa apabila edamame bisa ditanam dan dibangun pabrik pengolahannya di Kabupaten Deli Serdang, maka dapat memberikan harga yang lebih kompetitif.
“Edamame akan lebih besar keuntungannya di sini, dikarenakan lahan dan wilayah yang lebih strategis untuk kegiatan ekspor yang dekat dengan Belawan, dibanding dengan daerah Jember yang mengharuskan pengiriman ke Surabaya untuk dilakukan ekspor,” ujar Didiek.

Adapun Plh Kadiv Sekper PTPN I (Supporting Co), Ibnu Maulana I Arief, mewakili pemegang saham, memberikan apresiasi tinggi atas pilot project edamame yang telah berjalan di Sumatera Utara ini.
Kolaborasi antara unit usaha dengan anak perusahaan semacam ini dapat dilanjutkan secara komprehensif. “Kerja sama ini dapat dilanjutkan secara komprehensif dari hulu ke hilir hingga terbangunnya pabrik baru,” harapnya.
Kegiatan Panen Perdana Edamame di Kebun Sei Semayang ini dihadiri, antara lain oleh Ibnu Maulana I Arief (Plh Kadiv Sekper PTPN I), Didiek Prasetyo (Region Head PTPN I Regional 1), Wispramono Budiman (SEVP Business Support PTPN I Regional 1), Ganda Wiatmadja (SEVP Aset PTPN I Regional 1), Mahendra Utama (Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh), Tumbas Ginting (Direktur PT Mitratani Dua Tujuh), Sihur Antoni (SEVP Business Support PT Mitratani Dua Tujuh), dan Sugiharto Bisri (SEVP Operation PT Mitratani Dua Tujuh).
Tampak pula hadir, Brigjend Gema Repelita (Kabinda Sumatera Utara), Tengku Muhammad Zaki Aufa S.Sos, MAP (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Deli Serdang), Aris dan Wagiono (LPP Medan), Wahyudin S.P, M.IKom (BBMKG), pewakilan Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, dan perwakilan Asops Kasdam I/BB. (*)
















