“Banyak sekali dari masyarakat budaya dilahirkan melalui UKMBS Unila. Maka dari itu kemarin kita diskusi itu memang KAULA itu dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas anak-anak UKMBS, alumni-alumninya sudah jadi seniman profesional, sudah banyak yang jadi penyair dan sutradara yang punya nama dan kemudian mau untuk melatih dan membagikan ilmunya kepada anak-anak UKMBS dan ini harus ada ruang dan tempat juga event,” tambah Chepy.
“Kami anggota UKMBS Unila turut bersyukur atas terbentuknya KAULA. Kehadiran Kaula secara langsung mau pun tidak pasti akan mempengaruhi kinerja, program, dan prestasi UKMBS di masa mendatang. Selain itu Kaula bisa menjadi pusat pengembangan kebudayaan di Lampung dan Indonesia,” ujar Febrian Malik A, Ketua Umum UKMBS Unila.
Baca Juga : Pelatihan Menyulam Tapis Dibuka Bupati Lampung Timur
Setelah sejumlah acara seremoni, deklarasi Kaula ditutup dengan dialog terbuka yang dimoderatori oleh Agit Yogi Subandi, Sastrawan yang juga dosen di Fakultas Hukum Unila, dengan menghadirkan para alumni UKMBS Unila lainnya yaitu Riffian A Chepy (Ketua Kaula), Gino Vanoli (Kepala Kantor DPD RI Propinsi Lampung), dan Ari Pahala Hutabarat (Sastrawan, Sutradara Komunitas Berkat Yakin).
Setelah Deklarasi ini. Pada bulan Maret 2022, Kaula mengagendakan satu acara mengenang kepergian Ahmad Yulden Erwin (Alm) dan juga Kongres Kebudayaan Lampung.
















