Sri Sulastuti, selaku perwakilan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, menyabut baik hadirnya KAULA. Peran alumni menjadi sangat penting untuk mendorong UKMBS sebagai pelaku seni mahasiswa lebih berprestasi ke depannya. Menurutnya, anggota UKMBS Unila perlu diberi bekal yang memadai sehingga setelah lulus menjadi individu yang hebat dan sukses.
“Mudah-mudahan program-program Kaula bisa menunjang prestasi dan keberlangsungan UKMBS, karena terus terang Universitas kita ini juga sangat membutuhkan peran dan bantuan dari para alumni,” ujar Sri Sulastuti, pada kata sambutannya.
“Jadi mahasiswa ini perlu diberi pembekalan lebih apalagi dikaitkan dengan sistem pembelajaran MBKM. Maka para alumni inilah yang kami harapkan bisa menjadi jembatan dan fasilitas untuk adek-adek ini karena tuntutan MBKM ini luar biasa jadi harus ada peran alumni yang nyata memberikan fasilitasi untuk memberikan adik-adik ini di dalam magang, mahasiswa mengajar, atau sebagainya, ” jelasnya.
Sementara itu Rifian Hadi Chepy, Ketua KAULA terpilih, menyampaikan bahwa selain untuk meningkatkan kepedulian alumni pada UKMBS Unila juga agar menjadi wadah untuk terus berjejaring menjalin hubungan baik antar sesama alumni, terkhususnya bagi yang masih bergelut pada dunia kesenian.
Sekarang yang bisa berkumpul memang masih terbatas, seiring waktu para alumnus yang jumlahnya ribuan itu bisa dihimpun. Jarak sekarang tidak menjadi soal, tidak bisa kopdar bisa online.
Sejak berdiri hingga sekarang, tentu sudah banyak orang hebat yang berproses di UKMBS, meski tidak semuanya berada di Lampung, dan tidak semuanya berkesenian setelah menyelesaikan studinya. Tapi ikatan emosional ini tidak pernah hilang.
Mengenai bentuk kontribusi nanti akan dibicarakan, yang pasti semua bisa berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing.
Jadi Kaula punya banyak manfaat, pertama untuk ukmbs tentunya, kedua menjaga silaturahi dan jejaring antar alumni sendiri, dan yang ketiga adalah sumbangsih Ikatan alumni UKMBS ranah kultural di provinsi Lampung.
“Saya optimis Kaula dapat menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga seni-budaya di provinsi Lampung, termasuk dengan pemerintah, akademisi, dan stakeholder lainnya. Ada begitu banyak potensi, tapi sekarang masih tercerai berai, jika bisa disatukan, punya satu visi, bukan tidak mungkin Kaula akan menjadi garda depan reformasi kultural di Lampung, baik di level kebijakan maupun praktiknya,” ujar Rifian Hadi Chepy.
















