Kejuaraan Akuatik Bandar Lampung, Panggung Kompetisi Antar Klub Renang Sumatra

Kejuaraan Akuatik Bandar Lampung, Panggung Kompetisi Antar Klub Renang Renang Sumatra
Kejuaraan akuatik Bandar Lampung di Kolam Renang Pahoman, Enggal, menjadi panggung kompetisi antar klub renang Sumatra, Jumat (23/6/2923). Foto: Josua Napitupulu

WartaNiaga – Kejuaraan akuatik Bandar Lampung di Kolam Renang Pahoman Enggal, 23-25 Juni 2023, menjadi panggung kompetisi antar klub renang Sumatra.

Kejuaraan akuatik terbesar di Lampung ini memperebutkan Piala Wali Kota Bandar Lampung atau Wali Kota Cup I Tahun 2023.

“Total peserta mencapai 828 orang. Dari jumlah tersebut, peserta kategori atlet sebanyak 311 orang dan kategori fun swimming 659 orang,” kata Ketua Panitia Kejuaraan Renang Antar Pelajar dan Antar Perkumpulan se-Sumatera Ardiansyah di Bandar Lampung, Jumat (23/6/2023).

Kejuaraan Akuatik Bandar Lampung 2023 ini diikuti 86 klub renang Sumatra. Di antaranya dari Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, dan daerah lainnya.

Technical Delegate Budi Setiadi menyampaikan kejuaraan akuatik antar klub renang Sumatra ini berstandar internasional, mulai dari kolam renang, perlengkapan, hingga wasit (referee).

“Kami mendatangkan referee dari Palembang yang juga International Technical Official (ITO). Jadi, bukan hanya alat saja yang kami datangkan, tetapi juga ahli di level internasional,” ujar Budi.

Kompetisi antar klub renang Sumatra ini terselenggara atas kerja sama SMSI (Serikat Media Siber Indonesia), PFI (Pewarta Foto Indonesia), PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), dalam rangka memeriahkan HUT Ke-341 Kota Bandar Lampung.

Kejuaraan akuatik di Kolam Renang Pahoman Bandar Lampung berpedoman pada aturan World Aquatics.

“Iya benar, kami menggunakan aturan World Aquatics, baik dalam penyelenggaraan, jumlah official, peralatan, dan lainnya,” ujar Referee Ahmad Sawaluddin.

Kejuaraan Renang Antar Pelajar dan Antar Perkumpulan se-Sumatera mengacu pada pedoman World Aquatics sebagai Induk Organisasi Renang Sedunia.

“Termasuk Kolam Renang Pahoman sudah memenuhi standar internasional. Dalam artian jarak 50 meter dan 8 lintasan yang bisa digunakan,” kata dia.

Referee Ahmad Sawaluddin mengatakan panitia kejuaraan akuatik antar klub renang menggunakan electronic timing untuk mencatat waktu setiap atlet.

“Jadi memang benar-benar disiapkan semuanya, lebih jujur. Walaupun nanti ada selisih waktu akan muncul secara otomatis dan terlihat secara jelas. Insyaallah, tidak akan ada kecurangan,” tegas Sawaluddin.

Baca Juga: PFI dan SMSI Gelar Kejuaraan Renang Terbesar di Lampung