Harga Cabai dan Bawang di Bandar Lampung Naik Drastis

Harga Cabai dan Bawang di Bandar Lampung Naik Drastis
Salah satu pedagang eceran di Pasar Tugu, Kedamaian, Lumbangaol. Foto: Josua Napitupulu

Edo mengaku heran harga cabai dan bawang di Bandar Lampung meroket padahal hari biasa.

“Biasanya kan mahal kalau mau bulan puasa atau Lebaran, ini hari biasa _kok_ mahal. Mungkin dari sananya barangnya juga langka,” kata dia.

Edo menduga kenaikan harga cabai dan bawang di Bandar Lampung disebabkan banyak orang menggelar hajatan seiring melandainya kasus Covid-19.

Pedagang Eceran Keluhkan Harga Cabai dan Bawang

Pedagang eceran di Pasar Tugu, Kedamaian, mengeluhkan kenaikan harga cabai dan bawang.

“Pembeli banyak menawar padahal harga memang lagi mahal,” ujar Lumbangaol.

Harga cabai dan bawang di Bandar Lampung naik drastis membuat omset penjualan pedagang eceran menurun.

Lumbangaol mengaku dirinya terpaksa menjual komoditas dengan menaikkan harga jual dari tingkat distributor di kisaran Rp4.000-6.000.

Bawang merah Rp60.000, bawang putih Rp25.000, cabai merah besar Rp80.000, cabai caplak Rp80.000, cabai rawit Rp75.000, cabai jengki Rp65.000, kol Rp16.000.

Baca Juga : RIKs Cafe Unit Usaha Apindo Lampung Pamerkan Produk UMKM

Kemudian tomat kecil Rp18.000, tomat besar Rp20.000, sawi Rp15.000, dan labu Rp10.000.

“Biasanya kalau harga cabai dan bawang di Bandar Lampung naik begini yang panen harga ya petani di kampung,” ujar dia.

Hal itu disebabkan pedagang besar akan melakukan jemput bola ke petani-petani untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

“Kalau sudah begitu artinya pasokan kurang dari yang biasanya. Enggak ada barang,” tutup dia.