Erick Thohir Optimis Pembentukan Holding Subholding PLN

Erick Thohir Optimis Pembentukan Holding Subholding PLN
Menteri BUMN Erick Thohir optimis pembentukan Holding Subholding PLN. Foto: Arsip Wikipedia

WartaNiagaMenteri BUMN Erick Thohir optimis pembentukan Holding Subholding PLN akan memberikan kepastian pengadaan energi primer untuk operasional pembangkit.

Baca Juga : BUMN Luncurkan Holding Subholding PLN 

“Dua tahun lalu saya minta PLN untuk melakukan transformasi,” kata dia dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Erick Thohir, penting bagi PLN mengembangkan inovasi dan melakukan efisiensi.

“Proses bisnis yang kompleks harus ditata ulang,” ujar dia.

Menteri BUMN meminta kepada PLN agar urusan pengadaan energi primer yang sebelumnya tersebar dan tidak efisien, dikelola secara terpusat.

“Akan dibentuk satu subholding yaitu PLN Energi Primer Indonesia. Dengan ini maka security of supply bisa lebih kokoh,” pungkas Erick Thohir.

*Pembentukan Holding Subholding PLN fokus menata rantai pasokan dari sumber energi primer untuk pembangkit, yaitu Batu Bara, Gas dan BBM, serta Biomassa.*

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan PLN Energi Primer Indonesia memiliki tiga anak usaha yaitu Coal Mining Company, Gas Midstream Company, dan Logistic Coal Company.

“Subholding ini akan mengamankan pasokan energi primer untuk memproduksi listrik hingga 280 ribu Gigawatt Hour (GWh) per tahun,” kata dia.

Subholding PLN, lanjut dia, mengonsolidasikan pengadaan dan rantai pasok energi primer di satu titik di bawah subholding energi primer.

Sebelumnya rantai pasok batubara tersebar di PLN dan masing-masing anak usaha PLN.

“Dulu PJB punya sendiri, Indonesia Power punya sendiri, kita ada sendiri, lalu di pembangkitan masing-masing juga ada. Ini kami sinergikan, kami kelola dan kami konsolidasikan jadi satu sehingga lebih efektif dan efisien,” kata Darmawan.

Selain batubara, lanjut dia, pengadaan gas dan BBM juga terkonsolidasi di dalam subholding energi primer ini.

“Setiap kebutuhan ini nanti ada direktoratnya masing-masing yang bertanggung jawab menjamin rantai pasoknya,” ujar dia.

Selain bertumpu pada energi primer, saat ini PLN masih mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dimana dalam operasionalnya, PLN menerapkan teknologi co-firing.

“Teknologi ini membutuhkan biomassa sebagai substitusi dari batu bara. Sehingga melalui subholding ini, PLN juga membentuk entitas baru yang khusus mengurus biomassa,” kata Darmawan.

Baca Juga : PTPN III dan Perhutani Merilis Bahan Tanam Varietas Baru 

PLN akan membentuk entitas baru khusus mengurus biomassa. “Kedepannya, PLN itu membutuhkan paling tidak 10 juta ton biomassa untuk co-firing,” pungkas dia.