Lewat laman resminya itu, PT Angkasa Pura II membeberkan inovasi yang dilahirkan PT Angkasa Pura II guna memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi antara lain adalah penerapan Biosecurity Management dan Biosfatey Management.
– Biosecurity Management memiliki program:
1. Physical distancing: menjaga jarak di setiap area bandara.
2. Health screening: pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan kesehatan staf bandara.
3. Passenger touchless processing: fasilitas tanpa sentuh di setiap area.
4. Facility cleanliness: desinfeksi rutin seluruh fasilitas di bandara.
5. People protection: program perlindungan kesehatan bagi traveler dan staf bandara mulai dari kewajiban penggunaan APD.
– Sementara itu, Biosafety Management memiliki program:
1. Biohazard precautions: program pencegahan dan perlindungan bagi setiap orang dari ancaman COVID-19.
2. Environment screening: menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat misalnya dengan menerapkan sirkulasi udara yang baik, penggunaan UV sterilizier dan sebagainya.
3. Testing lab facilities: tersedianya lokasi tes COVID-19 di bandara.
4. Infrastructure sterilization: desinfeksi di setiap bangunan bandara.
5. Public health assurance: protokol penanganan bagi pihak terindikasi terinfeksi COVID-19.
Awaluddin menegaskan bahwa, penerapan Biosafety dan Biosecurity Management harus dilakukan secara simultan, tidak bisa berdiri sendiri.
Baca Juga : Nomor Pelayanan Agen DAMRI Area Lampung
Selain itu pula, lanjut dia, penerapan protokol kesehatan juga sejalan dengan komitmen AP II mewujudkan Safe Travel di tengah pandemi.
”Melalui penerapan protokol kesehatan sesuai regulasi dan global best practice, Bandara Soekarno-Hatta dapat beroperasi 24 jam setiap hari meski berada di tengah pandemi. Bandara-bandara AP II lainnya juga tetap melayani berbagai penerbangan guna menjaga konektivitas udara nasional dan mendukung penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional,” terang Awaluddin.
















