WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang mengulas tentang: Dampak Ekonomi Cold Storage Besar bagi Lampung.
Dampak Ekonomi Cold Storage Besar bagi Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Mendorong Nilai Tambah dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pembangunan cold storage berskala besar di Lampung diproyeksikan memberikan dampak ekonomi berlapis.
Pertama, hilirisasi ayam terintegrasi mengubah orientasi ekspor dari ayam hidup menjadi produk olahan, yang secara langsung meningkatkan nilai tambah dan pendapatan daerah.
Kedua, proyek ini membuka lapangan kerja lokal, sebagaimana diharapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung agar rekrutmen mengutamakan warga ber-KTP setempat.
Ketiga, fasilitas ini memperkuat rantai dingin yang selama ini menjadi titik kritis kehilangan pascapanen, sehingga nilai jual komoditas perikanan dan peternakan dapat terdongkat.
Stabilisasi Harga dan Intervensi Pasar
Dari sisi stabilitas pangan, cold storage memungkinkan ID Food menyimpan ayam hingga enam bulan sampai satu tahun, lalu melepaskannya saat harga naik untuk stabilisasi.
Ini sejalan dengan teori price stabilization melalui buffer stock: pemerintah dapat mengintervensi pasar tanpa bergantung pada impor saat terjadi gejolak.
Bagi Lampung, keberadaan fasilitas ini berarti peternak dan nelayan tidak lagi terjebak pada siklus harga anjlok saat panen raya, karena produk dapat disimpan dan didistribusikan secara bertahap.
Tantangan Pemanfaatan dan Integrasi Pasar
Namun, dampak positif ini bergantung pada pemanfaatan fasilitas secara optimal. Riset menunjukkan banyak cold storage di Lampung yang masih underutilized akibat akses pasar yang lemah.
Oleh karena itu, kolaborasi ID Food dengan pemerintah daerah dan mitra pemasaran seperti BUMD Dharma Jaya DKI Jakarta menjadi krusial untuk memastikan produk terserap pasar.
Tanpa integrasi hulu-hilir yang solid, investasi besar ini berisiko menjadi aset menganggur.
Dengan tata kelola yang tepat, cold storage Lampung bukan sekadar gudang pendingin, melainkan simpul penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)
——————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.















