WartaNiaga.ID – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Suzuki Jetcooled: Simbol Perlawanan Gen Z di Jember-Yogya.
Suzuki Jetcooled: Simbol Perlawanan Gen Z di Jember-Yogya
Oleh: Mahendra Utama*
Fenomena menarik muncul di Jember, Yogyakarta, dan Surakarta: Suzuki Jetcooled motor bebek 2-tak era 90-an kembali diburu Gen Z. Mengapa motor tua ini justru memikat generasi digital?
Nilai Simbolik di Era Hiperrealitas
Jean Baudrillard menyatakan konsumsi kontemporer tidak lagi didasarkan use value, melainkan symbolic value orang mengonsumsi bukan karena fungsi, tapi nilai tanda yang terkonstruksi.
Jetcooled menjadi simbol perlawanan terhadap homogenitas skutik modern. Ia bukan sekadar transportasi, melainkan pernyataan identitas.
Bandel dan Berkarakter
Teknologi Jet Cooled pendinginan piston dengan semprotan oli membuat mesin legendaris ini terkenal “bandel”. Kualitas ini menjadi mitos yang diwariskan lintas generasi, memperkuat daya tariknya di mata Gen Z yang mencari autentisitas.
Kesaksian dari Jember
Andik Supriyadi, karyawan BUMN perkebunan di Jember, membenarkan hal ini. “Saya sangat senang dan nyaman memiliki dan mengendarai Suzuki Jetcooled untuk keperluan dari rumah di Jenggawa ke Kaliwates, kantor PT Mitratani Dua Tujuh,” ujarnya pada 2 Oktober 2026.
Baginya, motor ini bukan sekadar kendaraan: “Selain irit, gampang dirawat, mesin bandel, dan punya nilai historis bagi keluarga saya.”
Nostalgia sebagai Gaya Hidup
Tren serupa terlihat pada Astrea Grand di Blitar: Gen Z memburu motor klasik untuk “nilai historis dan estetika yang beda”. Motor bebek kini menjadi simbol “kejujuran, kesederhanaan, dan efisiensi” perlawanan halus terhadap budaya pamer.
Jetcooled bukan sekadar nostalgia. Ia adalah tanda bahwa Gen Z di kota-kota ini sedang menulis ulang narasi konsumsi: dari fungsi ke makna, dari tren ke identitas. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh 2023-2026.
















