Mengukur Daya Ungkit Ekonomi Bandar Lampung dari Reaktivasi Jargas PGN

Reaktivasi Jargas Pgn
Ilustrasi: OpiniMahe: Mengukur Daya Ungkit Ekonomi Bandar Lampung dari Reaktivasi Jargas PGN. (Sumber Foto: Dok. WANI).

WartaNiaga.IDSimak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Mengukur Daya Ungkit Ekonomi Bandar Lampung dari Reaktivasi Jargas PGN.

 

Mengukur Daya Ungkit Ekonomi Bandar Lampung dari Reaktivasi Jargas PGN
Oleh: Mahendra Utama*

 

Perkiraan Multiplier Effect dan Pengeluaran Riil Masyarakat

Daya ungkit ekonomi program reaktivasi jargas di Bandar Lampung dapat diperkirakan dari peningkatan disposable income (pendapatan siap pakai) rumah tangga.

Penghematan rata-rata Rp40.000 per bulan per pelanggan berpotensi menjadi konsumsi sekunder yang mendorong perputaran ekonomi lokal, sesuai dengan teori Keynesian Multiplier Effect.

Jika diasumsikan 1.000 pelanggan aktif bereaktivasi, total penghematan mencapai Rp40 juta per bulan atau Rp480 juta per tahun.

Uang ini berpotensi dibelanjakan untuk kebutuhan lain seperti makanan bergizi, pendidikan, atau usaha kecil, menciptakan efek berganda di tingkat kecamatan seperti Enggal dan sekitarnya.

Proyeksi Dampak Makro dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Dampak lebih luas terlihat dari pengurangan subsidi energi. Dengan beralih ke gas bumi yang lebih efisien, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran subsidi untuk sektor produktif lain, seperti infrastruktur UMKM.

Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar, menyatakan program ini sebagai komitmen memperluas energi bersih.

Berdasarkan data BPS, rata-rata konsumsi rumah tangga di Bandar Lampung menyumbang sekitar 60% terhadap PDRB kota. Injektasi penghematan energi dapat meningkatkan tingkat konsumsi riil sebesar 0,5-1% per tahun di segmen rumah tangga berpendapatan menengah bawah.

Ini adalah fondasi pertumbuhan inklusif, sebagaimana diajarkan dalam teori pembangunan Amartya Sen tentang kapabilitas.

Secara kuantitatif, dengan potensi 5.000 pelanggan yang direaktivasi, daya ungkit ekonomi tahunan bisa mencapai Rp2,4 miliar dari sisi pengeluaran rumah tangga saja, belum termasuk multiplier effect-nya.

Program ini adalah strategi cerdas membangkitkan ekonomi dari sektor energi. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.