“Kita sebagai negara dengan pasar yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 dunia, 280 juta jiwa, harus mampu melindungi pasar domestik. Kita harus mampu memasarkan produk-produk kita agar kita mampu menguasai pasar di dalam negeri dan juga terus merambah secara luas di pasar luar negeri,” ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, bahwa menghadapi perang dagang dan inflasi yang melanda banyak negara, hal tersebut tetap memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar global. Era digital harus dimanfaatkan secara maksimal dalam memasarkan produk Indonesia.
“Saat banyak negara melakukan restriksi akibat perang dagang, menurut saya di situ ada peluang. Saat banyak negara mengalami inflasi tinggi, menurut saya di situ juga ada peluang,” tutur Presiden.
Trade Expo Indonesia tahun ini diadakan secara hybrid, baik secara luring maupun daring, dengan tujuan memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar dunia.
Presiden RI berharap pameran ini dapat mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia, meningkatkan kualitas, dan daya saing produk nasional di pasar internasional.
“Kita harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi lagi dan meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk kita serta bisa merambah ke pasar yang lebih luas lagi,” tegas Presiden.
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam acara ini diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Tampak pula hadir Pj Gubernur Banten Al Muktabar. Serta para pimpinan lembaga tinggi negara, para duta besar negara sahabat, para kepala daerah, dan para pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. (*)
















