Sidak Saber Pangan di Lampung: Bapanas RI Temukan Kemasan Rusak dan Harga Cabai Melambung Jelang Lebaran

Sidak Saber Pangan di Lampung
Kolase Berita Bergambar Mengenai Sidak Saber Pangan di Lampung Menjelang Idul Fitri 1447 H. (Sumber Foto: Ist).

WartaNiaga.IDBapanas RI temukan kemasan rusak dan harga cabai melambung, usai lakukan Sidak Saber Pangan di Provinsi Lampung.

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H, Tim Satuan Sapu Bersih (Saber) Pangan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan Polda Lampung menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di Provinsi Lampung.

Operasi ini bertujuan untuk menjamin keamanan pangan serta stabilitas harga di tingkat produsen hingga ritel.

Dalam rangkaian pengawasan selama tiga hari (20–22 Februari 2026), tim menemukan sejumlah fakta di lapangan, mulai dari produk dengan kemasan rusak hingga lonjakan harga komoditas tertentu yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Temuan Kemasan Rusak di Supermarket

Direktur Pembinaan Kerawanan Pangan Bapanas RI, Sri Nuryanti, mengungkapkan bahwa saat melakukan pengecekan di ritel modern seperti Chandra Supermarket, tim menemukan produk pangan yang kemasannya tidak layak atau penyok.

“Kami langsung meminta produk tersebut untuk diretur. Ini adalah langkah perlindungan konsumen agar masyarakat mendapatkan pangan yang aman dan bermutu saat Lebaran nanti. Selain fisik kemasan, tim juga memeriksa legalitas izin edar pangan segar maupun olahan,” tegas Sri Nuryanti.

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.000

Tantangan serius ditemukan pada komoditas cabai rawit merah. Akibat terbatasnya pasokan dari sentra produksi di Pulau Jawa, harga cabai di pasar tradisional Lampung dilaporkan melonjak hingga Rp70.000 per kilogram. Angka ini berada cukup jauh di atas harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, Bapanas memastikan bahwa komoditas lain seperti daging sapi dan daging ayam masih relatif stabil dan berada di bawah harga acuan. Untuk mengatasi lonjakan harga cabai, pemerintah menyiapkan skema fasilitasi distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit.

Polisi Pastikan Keamanan Rumah Potong Hewan (RPH)

Di sisi lain, jajaran Polda Lampung melalui Ditreskrimsus memimpin sidak ke sektor hulu, yakni Rumah Potong Hewan (RPH). Salah satu lokasi yang disasar adalah Z Beef Indonesia di Gedong Air, Bandar Lampung.

Sidak yang melibatkan Dinas Peternakan dan Bulog ini bertujuan memastikan stok daging sapi aman serta proses pemotongan memenuhi standar keamanan dan kepatuhan. Dari hasil pemeriksaan, stok sapi jantan di RPH tersebut terpantau cukup, dengan bobot rata-rata 400–550 kg per ekor, sehingga pasokan daging untuk Idul Fitri dipastikan aman.

Waspada Praktik “Ayam Mekar”

Bapanas juga memberikan peringatan kepada masyarakat terkait praktik penjualan ayam segar. Ditemukan adanya praktik penjualan ayam dengan jeroan yang masih utuh (ayam mekar). Sri Nuryanti mengingatkan bahwa kondisi ini berisiko tinggi terhadap pertumbuhan bakteri jika tidak segera diolah atau disimpan dengan benar, yang dapat membahayakan kesehatan.

Komitmen Perlindungan Konsumen

Kegiatan Sidak Saber Pangan di Lampung ini merupakan sinergi lintas instansi untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.

Pemerintah mengimbau para pelaku usaha untuk tetap patuh pada ketentuan harga dan mutu, sementara masyarakat diminta lebih teliti dalam membeli produk pangan segar. (*)