Saya beserta 7 orang teman saya memilih gunung ini untuk kegiatan mendaki sewaktu liburan kuliah.
Kami melakukan persiapan, mulai dari peralatan pendakian, logistik, beserta hal yang berkaitan dengan pendakian sudah disiapkan.
Kami pun memilih jalur trek Kota Batu, yang karena selain lebih dekat, di sana ada seorang teman yang juga sudah menunggu kedatangan kami.
Dari Palembang, untuk bisa sampai ke jalur pendakian Gunung Seminung via Kota Batu, hanya perlu naik travel atau bus satu kali dengan waktu tempuh yang memakan 7-8 jam perjalanan.
Di setiap perjalanan mata kita selalu disuguhkan dan dimanjakan dengan pemandangan nan hijau khas pegunungan.
Harga tiket travel atau busnya juga tidak terlalu mahal dan sangat ramah untuk kantong.
Untuk bisa sampai di titik awal pendakian, para pendaki bisa berjalan kaki, tetapi membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Bagi pendaki yang tidak ingin capek dan ingin segera mendaki, tersedia ojek yang siap mengantarkan ke titik awal pendakian.
Untuk harga tarif angkut ojek, relatif murah, sekitar Rp50 ribu rupiah per ojek.
Sebelum mendaki Gunung Seminung, kita diwajibkan untuk melapor ke basecamp setempat.
Hal ini bertujuan jika dalam kegiatan mendaki kita mengalami kendala atau bahkan sampai hilang di trek pendakian, maka pihak basecamp bisa menolong dan segera mencari keberadaan kita.
Kita juga diwajibkan membayar uang retribusi seikhlasnya.
Menurut Bang Zelpfa, seorang pemuda yang sekaligus petugas basecamp, uang retribusi itu nantinya digunakan untuk memperbaiki trek pendakian yang rusak sekaligus untuk membantu perekonomian warga desa yang ada di sekitar Gunung Seminung.
Jalur pendakian via Kota Batu ini terbilang jalur yang cukup mudah bagi para pendaki, terutama bagi pendaki pemula jika dibandingkan jalur Lumbok.
Meskipun terbilang mudah, jalur ini tetap tidak bisa diremehkan.
Sensasi mendaki Gunung Seminung semakin terasa dengan suara burung dan jangkrik di antara pepohonan yang lebat nan asri mengiringi langkah kami.
Di jalur pendakian Kota Batu terdapat beberapa tempat yang menjadi ikon tersendiri. Seperti tanjakan 45, tanjakan 17, Hutan Bambu, dan Goa Batu. Semuanya kian menambah sensasi menuju puncak Gunung Seminung.
Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Seminung, estimasi perjalanan normal sekitar 4 jam. Tergantung kondisi fisik dan alam.
Saat cuaca sedang tak bersahabat, seperti hujan, trek pendakian menjadi licin dan menghambat laju pendakian.
Pemandangan alam dari puncak Gunung Seminung sangat memesona.
Apalagi kalau cuaca cerah, hamparan luas Danau Ranau siap memanjakan mata para pendaki Gunung Seminung.
Di Danau Ranau, kaki Gunung Seminung, terdapat pemandian air hangat yang biasa digunakan pendaki untuk relaksasi melepas penat.
Banyak pendaki yang sehabis menempuh pendakian Gunung Seminung langsung menuju ke pemandian air hangat ini.
Entah untuk merilekskan tubuh ataupun karena alasan lain. Tapi, hal ini jugalah yang menurut saya menjadi daya tarik tersendiri dari Gunung Seminung ini.
Penulis: Muhammad Ismail (Mahasiswa Program Studi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang)
















